thefirstmanonjupiter
Reality, Honesty, Stupidity...zoomed. Exaggerating is an art!

valkyrie

7:59 AM

Valkyrie is definately a movie for me to watch. Great story (so i read from the met) and great actors. I just admire Tom Cruise very much. He plays only in good movies. "Valkyrie" itself is about the Nazi. Ain't that cool? Anw, for those who don't know, Valkyrie is a goddes in Nordic Mythology. Then what does it have to do with Hitler? That's why I want to watch the movie. hehehhehehehe.
Read On 0 comments

sharing on the air

7:23 AM
Announcer (A): Okay, guys, welcome back to another edition of sharing on the air. Kalo mau curhat, curhat deh. Mumpung cuman bayar pulsa doang. G harus nraktir temen di tempat2 makan yang mahal padahal makanannya g enak2 kan? Y ampun, ni di studio line telp uda blinking2 semua. ternyata tingkat kecurhatan malem ini tinggi juga ya? Let's just go to the deperado number 1. anw, desperado apa desperadowati nih? Halooooooh..
Caller (C): desperado.
A: Oh, ok, desperado. Ada rencana bunuh diri?
C: Buat apa? Curhat aja.
A: Betul banget passwordnya. Ada apa di kehidupan lo sekarang?
C: G ada apa2 sih, sebenarnya.
A: trus lo telp cuman mau silaturrahmi?
C: Gak juga lah.
A: Trus? To the point deh. curhatnya bisa g pake opening kan? hehehhe. kidding.
C: langsung aja ya. Jadi gini.. gw tuh lagi ngerasa gw nuntut banyak dari pacar gw.
A: He eh. Contohnya?
C: Ya gw tuh ngerasa gw jarang bisa cerita masalah gw ke orang. n pas ketemu pacar gw, gw tuh jadi suka banget cerita. cuma kadang dia suka g punya waktu gt d.
A: Perasaan lo aja kali.
C: Itu juga yang gw rasain. tapi kalo dipikr2, g salah dong kalo gw pingin ketemuan terus? namanya juag cinta.
A: trus dia g mau?
C: Ya, dia bilang, kan dia juga sibuk kerja gt d.
A: G salah kan?
C: Nggak. Sama sekali nggak. cuman, gw pingin ketemuan terus aj.
A: Tinggal bareng aj.
C: Enak aja lo!
A: Maksud gw, lo n pacar lo tinggal bareng. kalo gt kan yang enak elu, bukan gw. kalo tinggal barengnya ma gw ya enk gw. anw, pacar lo makannya g banyak kan? Hahahha.
C: Nggak, lah. dai tuh yang uda perfect buat gw. cuman ya itu aj.
A: Nah berarti dai g perfect kalo lo pake kata "cuman". tapi dia tetep nyediain waktu buat lo kan?
C: tetep lah. gw kan tukang nuntut.
A: Nah, tu sadar. Lo mang ngapain aj kalo nunggu dia punya waktu?
C: Ya bengong aj. ngebayangin nt au ngomong apa n ngebayangin dai lagi apa. pake baju apa.
A: Obsessed lo kali, ya.
C: Iya kali. abisnya dia tuh yang perfect banget.
A: Gini, deh, lo daripada bengong kagak jelas, lo mendingan cr aktivitas ngapain gt.
C: Apa dong? Gw sih uda coba ngapa-ngapain.
A: Apa aja?
C: Ya gw nulis puisi gt lah buat dia. Browse2 tempat makan buat weekend. Kayak gt lah.
A: Itu lah salah lo. gunain waktu buat diri sendiri lo dong. Fitness kek, renang kek. ikebana kek.
C: Amit2 d yang terkakhir itu.
A: Ya udah, ngeblog kek.
C: Wah asik tuh. nt mau gw upload semua puisi gw ke dia.
A: TEEEEEET! salah. jangan ngelakuin sesuatu yang berhubungan ma dia. lo ciptain dunia lo sendiri.
C: gt ya?
A: Yup. ni ada lagu buat elu. uda ya, gw masih harus nyelametin orang2 yang pada mau bunuh diri lainnya. banyak yang ngantri nih.
C: ya udah, gw udah lega kok didengerin.
A: Ok, deh. that's wat i call an attitude. Good luck, bro.
A: Thnx, sis.
A: Kurang ajar, lo. suara ngebass gini lo bilang sis.
C: Hahahhaha.
A: Ok, deh. catch u later.
A: Guys, i have saved someone from committing suiceide tonight. ni lagi buat lo yang kayaknay obsessed banget ma pacar lo: Can't ytae my eyes off of you by The Blower's Daughter. Check it out...
Read On 1 comments

i need an aswer

9:30 AM
salah g sih kalo gw suka cinta laura??????
Read On 4 comments

NN

5:42 AM

NN

Dear Mark,

Apa kabar? Maaf sudah lama tidak memberi kabar. Bagaimana bahasa Indonesiamu? Sudah baikkah? Kalau belum, semoga surat ini bisa menjadi latihan buat kamu belajar Bahasa, walaupun sebenarnya aneh untukku menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hehehe.

Oia, Mark, bagaimana kabar Jane? Kapan nih jadi menikah? Kalau mau menikah, kabar-kabari ya. Ngomong-ngomong soal nikah, aku sudah merasa menemukan jodohku, Mark. Namanya Adia. Rumahnya dekat dengan tempat tinggal kamu dulu, loh. Di Jakarta Selatan. Aku biasa mengantarkan dia pulang kerja. Seperti kalau dulu aku main ke rumah Jane. Dekat dari situ.

Beberapa hari yang lalu ada pengalaman unik yang aku alami, Mark. Begini ceritanya, Mark. Seperti yang aku bilang tadi, aku biasa mengantarkan Adia pulang ke daerah Jakarta Selatan. Tepatnya di Jalan Sudirman—jalan yang kamu benci karena macetnya itu—ada patung yang besar sekali kan? Ingat tidak? Patungnya laki-laki bertelanjang dada dengan kedua tangan ke atas mengangkat obor. Juga ada rantainya, Mark. Ingat tidak? Tidak apa-apa kalau tidak ingat.

Waktu itu aku melewati patung itu untuk mengantarkan Adia pulang. Aku iseng-iseng ( Dalam Bahasa Inggris, ‘iseng’ itu melakukan suatu kegiatan tanpa ada tujuan yang jelas) bertanya kepada dia nama patung itu. Jujur, walaupun aku sering melihat patung itu di televisi waktu aku masih di Semarang, aku tidak tahu jelas namanya apa. Ternyata Adia juga tidak tahu. Aneh ya? Padahal dia bolak-balik melewati patung itu. Hehehe. Mark, nanti sambung lagi, ya. Sudah jam empat. Harus jemput Adia.

Cheers,

Adi

Dear Mark,

Apa kabar? Hari ini aku cek email tapi belum ada balasan dari kamu. Nanti kalau sempat dibalas ya, Mark. Oia, aku mau melanjutkan cerita di emailku yang lalu. Kamu mungkin berpikir masalah kemarin hanya sesuatu iseng-iseng belaka (apa kamu masih ingat arti kata “iseng”, Mark?), tapi ternyata tidak. Entah kenapa aku masih terganggu dengan pertanyaan yang aku ajukan ke Adia—tentang nama patung di Jalan Sudirman itu.

Beberapa hari yang lalu aku bertanya tetanggaku. Namanya Joni. Dia anak kuliahan dari Bandung, Mark. Dia kos di dekat rumah. “Kos” itu sama dengan rent a room. Joni ternyata juga tidak tahu nama patung itu. Ketika aku mengajak dia menebak-nebak nama patung itu, dia malah mengganggap aku aneh. Mempermasalahkan hal-hal yang tidak begitu penting. Dia bilang masih ada anak-anak kelaparan di jalanan, orang usia lanjut yang tidak punya rumah dan masalah kemacetan Jakarta yang lebih penting untuk dibicarakan.

Memang masalah-masalah yang Joni sebutkan di atas penting untuk dipecahkan, tapi apa yang Joni katakan itu justru membulatkan tekadku untuk tahu nama patung itu. Nanti deh, aku akan bertanya ke beberapa teman yang lain. Mungkin aku harus bertanya ke seseorang yang asli Jakarta ya, Mark.

Wish me luck, Mark. Hehehe. Salam buat Jane.

Yours,

Adi

Dear Adi,

Terimakasih atas email kamu yang menarik. Aku sangat sungguh tertarik dalam ceritamu. Aku juga merasakan penasaran tentang nama patung itu. Biarkan aku tahu jawabannya ya.

Mark

Dear Mark,

Senang sekali aku membaca balasan email dari kamu. Ternyata kamu juga tertarik, ya? Hehehe. Vadin juga begitu, Mark. Vadin adalah seorang clubber. Kamu juga seorang clubber kan, Mark? Apa di sana masih suka clubbing juga? Mungkin Vadin bisa menemani kamu clubbing jika nanti kamu ke Jakarta lagi.

Anyway, Mark, Vadin juga tidak tahu nama patung itu. Sudah tiga orang yang tidak tahu, Mark. Aku, Adia dan Vadin.

Siapa lagi yang harus aku tanyai ya, Mark?

Adi

Dear Mark,

Ketika menulis email ini, aku mengaktifkan Yahoo Messengerku. Ada beberapa temanku yang sedang online. Ada yang aku tanyai, Mark. Namanya Harry—orang Betawi (Betawi adalah sebutan untuk orang-orang asli Jakarta). Jawabannya membuatku tertawa terbahak-bahak di internet centre ini. Dia bilang nama patung itu adalah Tugu Selamat Datang!! Hahaha.

Oia, kalau kamu tidak paham, begini ceritanya, Mark. Patung Selamat Datang itu bentuknya sangat berbeda dengan patung yang kita bahas. Ada dua orang—laki-laki dan wanita yang tangannya terbuka seolah-olah menyambut orang-orang Jakarta. Aku jadi mempunyai rasa penasaran yang lain. Dimanakah lokasi patung Selamat Datang, ya? Ah, aku mau fokus saja, Mark. Aku mau mencari tahu nama patung itu saja dulu.

Maaaaaaaaaark, tiba-tiba aku teringat teman kantorku sendiri!! Dia seorang ibu-ibu yang hebat, Mark. Dia sangat maju tetapi tetap saja masih suka dengan sejarah. Aku harus tanya dia, Mark. Tapi aku akan browse internet dulu, Mark.

See you

Adi

“Halo”.

“Apa yang akan aku ceritakan bakal bikin Mbak Yudi sedih. Tapi aku bener-bener bingung banget nggak tau harus kemana lagi ngadu.”

“Ada apa, Di?”

“Tau gak, Mbak, uda beberapa hari ini aku stress gara-gara patung.”

“Ha? Patung? Patung apa yang bisa bikin kamu stress dan aku sedih?”

“Hehehe. Gini ceritanya, Mbak. Aku uda tanya ke beberapa orang, tapi nggak ada yang tau nama patung yang di Sudirman itu. Itu loh, Mbak, yang tangannya ke atas itu. Bawa obor.”

“Oh, patung Pembebasan Irian Barat?”

“Oh, itu namanya?”

“Iya. Kenapa sampe bikin stress segala? Bikin sedih aku juga?”

“Hehehe. Gini kompletnya, Mbak. Aku waktu itu lewat sana, nganter Adia.”

“Adia? Gimana kabarnya?”

“Baik, Mbak.”

“Alhamdulillah. Terus-terus?”

“Ya gitu, Mbak. Waktu kita nglewatin patung itu, aku tanya apa namanya. Eh, dia nggak tau. Trus aku tanya temen-temen yang deket, nggak tau juga. Aku tau mbak Yud mesti sedih deh. Kan mbak Yud perduli sama kayak ginian. Sejarah-sejarah gitu.”

“Masak sih nggak ada yang tau?”

“Iya, Mbak. Bener. Apa mungkin aku tanya orang yang salah, ya? Tapi Mbak Yud yakin itu namanya patung Pembebasan Irian Barat?”

“Kayaknya iya, deh. Itu ada rantainya juga, kan?”

“Maksudnya?”

“Ya gitu. Di patung itu kalau nggak salah ada rantainya. Itu simbol pembebasan Irian Barat.”

“Oh,.. obornya apa artinya, Mbak?”

“Nah, kalo itu aku nggak tau. Biar terang kali, ya.”

“Hahahaha.”

“Hahahaha.”

“Tapi mbak Yudi bener-bener yakin? Kok tadi pake kata ‘kalo nggak salah’?”

“Ya iya. Jadi bingung juga. Coba cek internet deh. Lagi online?”

“Iya. Ini lagi online. Ini tadi aku sama cek di Google, Mbak. Tau gak, mbak, sampe di halaman pencarian ke sebelas belum ada juga gambar patung itu.”

“Keyword-nya Adi pake apa?”

“Patung di Jakarta.”

“Serius nggak ada sampe halaman sebelas? Halaman dua belas kali.”

“Ini aku cek terus kok, Mbak. Lagi sibuk, Mbak?”

“Nggak. Kenapa?”

“Tungguin, ya. Ni uda aku klak-klik terus di halaman baru biar lebih cepet.”

“Iya. Aku jadi penasaran juga, nih. Nggak kemana-mana, Adi?”

“Nggak, Mbak. Aku berjanji nggak akan kemana-mana sebelum aku tau nama patung itu sebenarnya!”

“Hahahaha.”

“Hahahaha.”

“Kayak Gajah Mada ya, Mbak.”

“Lha, iya. Serem gitu.”

“Eh, uda nih, Mbak. Ya ampuuuun. Adanya di halaman dua dua, Mbak.”

“Ya ampuuun. Sampe halaman segitu baru ada?”

“Iya, Mbak. Ya ampuuun lagi, Mbak.”

“Kenapa lagi?”

“Ni denger ya, Mbak. Jadi ini nih kayak blognya orang gitu. Disini dia upload foto patung itu. Ada komen dari orang lain, Mbak. Sumpe deh.”

“Sumpeh apa? Ada apa?”

“Ni denger komennya, ya. Nice angle. Tapi kayaknya itu namanya bukan patung pembebasan Irian Barat, deh. Itu kan di daerah Lapangan Banteng. Patung yang kamu ambil gambarnya itu namanya Patung Pemuda Pelopor!”

“Patung Pemuda Pelopor? Masak sih? Bukannya itu yang dimana gitu?”

“Yang dimana, Mbak?”

“Aku juga nggak yakin. Coba aja search lagi. Keyword-nya lapangan banteng apa apa gitu.”

“Coba ya, Mbak. Ntar aku kabarin lagi deh, Mbak.”

“Oia, ya. Bener ya kabarin. Aku jadi penasaran.”

“Aku juga, Mbak. I mean, itu patung kan gede banget di pusat kota pula. Banyak banget yang nglewatin tapi nggak ada yang tau. Atau jangan-jangan aku tanya ke orang yang salah ya, Mbak? Tapi kayaknya aku uda tanya ke orang yang bener, deh.”

“Ke siapa?”’

“Ya ke Mbak Yudi.”

“Oalah. Hehehehehe.”

“Hehehehe. Ya udah ya, Mbak.”

Dear Adi,

Bagaimana pencarianmu? Saya pikir kamu sudah menemukan cewek yang kamu ingin. Apa kamu masih ingin mencari patung juga untuk married? Hahahaha.

Mark

Dear Mark,

Maaaaaaaaaaark, aku masih normal, kok. Masih lebih milih cewek dari pada cowok. Apalagi patung. Hahahaha.

Mark, aku sudah bertanya ke temanku yang aku ceritakan di email kemarin. Awalnya dia yakin dengan jawabannya. Tetapi setelah aku memberi tahu ada situs di internet yang memberi jawaban lain, dia berbalik menjadi tidak yakin. Aku jadi tambah bingung. Ternyata masalah ini lebih rumit dari masalah cinta! Hahahaha!

Adi

“Di, gimana? Uda ketemu?”

“Belum, Mbak. Ini weekeend paling misterius seumur hidupku. Hahahaha.”

“Hehehe. Ya uda, sana teruskan pencarianmu. Ntar kabarin, ya.”

“Iya, Mbak.”

“Jangan lupa seneng-seneng. Besok sudah stress lagi, kan? Hari pertama awal minggu langsung rapat anggaran. Hehehe.”

“Anggaran sih pasti, Mbak. Ini nggak pasti. Hehehehe. Makasi, Mbak.”

“Ya udah, da da.”

Dear Mark,

Belum ketemu juga. Sudah tiga hari. Dari Jumat sampai Minggu. Kamu tahu tidak, karena aku sudah hampir mati gara-gara penasaran, malam tadi jam delapan, aku sengaja berangkat naik motorku melewati patung itu. Aku yakin di sana pasti ada namanya. Tapi ternyata aku salah!! Tidak ada nama apa pun di sekitar patung itu. Aku pikir mungkin aku yang tidak bisa melihat dengan jelas gara-gara aku di atas motor. Karena itu, aku sampai mengitari bundaran (roundabout) itu tiga kali. Tetap saja tidak ada nama di sekitar patung itu. Menyedihkan, Mark. Aku belum tahu apa lagi yang harus aku lakukan untuk tahu nama patung itu sebenarnya. Aku merasa perlu tahu. Apakah itu patung Pembebasan Irian Barat atau Pemuda Pelopor atau yang lainnya. Tahu tidak, Mark? Patung itu biasa disebut Pizza Man! Hanya karena bentuknya seperti membawa nampan Pizza. Nama itu lebih populer. Tapi jujur, menurutku itu nama itu sebuah penghinaan buat sejarah bangsa! Besok aku akan bertanya ke lebih banyak orang, Mark. Doakan semoga aku berhasil, ya. Terima kasih.

Adi

Aku duduk di lantai lima kos-kosanku di daerah Pramuka—Jakarta Timur. Dari tempatku duduk, aku bisa melihat Monas. Betapa beruntungnya jika sebuah patung bisa terlahir menjadi Monas. Tinggi, mahal, dan yang paling penting...terkenal!

Bagaimana dengan patung-patung atau tugu-tugu lain di Jakarta ini? Berapa banyak yang sudah dikeluarkan negara untuk mereka? Mereka semua adalah pelajaran-pelajaran sejarah yang harusnya bermanfaat bagi semuanya. Bagiku sendiri, jangankan pelajaran sejarah, nama patung di Sudirman itu saja aku tidak tahu. Tetapi kalau dipaksa-paksa, ada juga sebuah pelajaran yang bisa aku ambil. Aku tidak mau menjadi seorang yang besar, kokoh, tampak hebat, tapi sebenarnya tidak diacuhkan oleh orang-orang di sekelilingku.

Dalam kasus ini, semoga aku sudah bertanya ke orang-orang yang salah. Semoga saja orang-orang lainnya di Jakarta ini tahu apa nama patung itu. Semoga saja pemerintah mendidik warganya dengan memberi nama ke setiap pelajaran sejarah negeri ini. Semoga saja Jakarta tidak menjadi seperti itu. Semoga aku bisa tidur nyenyak malam ini dan bermimpi bertemu salah satu orang pencetus pembangunan patung itu dan bertanya kepadanya nama yang dia berikan untuk laki-laki gagah pembawa obor yang terlepas dari rantai.

-T A M A T –

Je Agam



Read On 1 comments

The First Man On Jupiter--The Song

4:59 AM

So my first attempt to send a novel failed...
Hiks,...Kesedihan yang,...begitulah.
Anw, sebelum puasa, gw dapet gitar. gw coba kutak-katik sendiri itu gitar (mobil kaleeee). Akhirnya, lumayan juga bisa ngejreng2 sana-sini. Emang sih belum sekelas pengamen, tapi bangga aja.
Prinsip belajar gw adalah: "Daripada gw coba ngikutin kunci gitar lagu2 dari penyanyi ato band2 terkenal, mendingan gw coba nyiptain lagu sendiri dari kunci2 yang letaknya g jauh2. Sian juga kan kalo tiba2 jari2 gw jadi lentik kesana kemari?

I ended up dengan beberapa lagu yang gw ciptain sendiri (G usa berdiri n tepok tangan gt d...). Here is one of my favorites. Judulnya kayak blog ini: The First Man On Jupiter

The First Man On Jupiter

Intro A C G D 2x

A
Everytime I went out
G
Nothing happened to me
D
Till I saw the glow
A
In you In you

Everytime I went out
I got blinded
Till I saw the glow
In you In you

C G D A


Reff:
A
With you I get
G
So illogical
D
To you my love
A
Is getting deeper and deeper

For you I'll do all the impossibles
For you I'll be The First Man On Jupiter



Every little thing you say
Every little thing you do
They all so make sense to me
It's true It's true


But I still have one doubt on you
It's the sincerity issue
To me are you being
So true So true


C G D A

Reff

When the lights are low
And I don't know where to go
Will you light the light for me
On my way home

When the lights are low
And I really really really don't know where to go
Will you light the light for me
On my way home
Read On 4 comments

Aceh lagi

2:59 AM
sory ya lupa ngelanjutin..
senin, selasa, rabu,..kamis.
gw uda lupa ngapain aj hari kamis. kl g salah gw cuma renang sore2, ngobrol seperlunya sama bule di kolam renang. oia,...ada bule yang nanya kerjaan gw apa. Begitu gw jawab, dia nanya: How did you get that job?
Short answwer: Mmmm... I applied for it?
Hahahahhahaha.
Bis itu gw tidur. Pinginnya sih jalan-jalan, tapi temen gw lagi ada date. Siapa tau datenya adalah THE ONE. Gak mau dong gw ngerusak masa depannya...

Jumat
Ada orang di kantor cabang yang bilang kalo disini (Aceh-Red) adzannya dua kali. Hahahahhaha.
Well,...anw gw tau juga kalo orang Aceh sholatnya masih sama aja kayak orang-orang Jakarta.

Sabtu
Setengah hari tuh. Pulangnya balik hotel n istirahat. Tapi gw kegoda aja pingin renang. Pas turun di lobby ternyata ujan. Great! Untungnya sempat bawa buku The Devil and Miss Prym--Paulo Choelo. I know,...I know,... itu buku lama. Whatever deh. Yang jelas, ceritanya bagus-bagus. Gw jadi tahu kalo di dunia ini cuma China yang mempunyai konsep neraka yang berbeda. Di kebudayaan-kebudayaan yang ada di dunia ini, neraka kan selalu digambarkan ada di bawah. Tapi di China, neraka itu digambarin ada di atas langit. Sejuk gak ya disana? Jadi nt kalo ada rencana ke neraka, minta aja masuk di neraka China. Hahahahahaha. (Sorry, God. I want to stay in Heaven, really.)
Terus ke pantai LHOKNGA. Perjalanannya sih asyik2 aja, cuma gw nya yang lagi ada masalah ma orang di Jakarta. SMS-an terus sampai ngabisin pulsa. Ada temen gw yang narcis abis when it comes to her life value (kalo lo baca lo blog ini, lo jg gak bakalan tersinggung kan?) komentar:
"Lo benci orang itu dan lo ngabisin pulsa buat dia?"
Well,...
Bis itu pulangnya nyobain nasi bebek Aceh. Bebeknya ribet. Bebek cewek kali ya. Di Aceh pula,...mesti kan pake jilbab. Hehehehe.

Malemnya jalan-jalan ma temen. Mereka ngajak karaoke. Dooooh, gw kan bete banget ma karaokean. Gw ngorbanin diri deh ikut drpd gw bengong. Bisnya kan malem minggu pula. Hampir haram kan malem minggu sendirian? Paling nggak sama keluarga, orang yang disayang, atau reuni ma temen-temen lama, mabuk2an bareng, judi atau sabung ayam. (Astaghfirullaaaaaaaaaaaaaaaah.--"a" nya panjang banget tuh.)

Gw yang dulu pikir g ada apa2 di Aceh,...berubah pikiran deh (Bayangin Rossi banting setir, ya.). Di tempat karaoke itu ada macem2. Ada cewek yang nggak banget joged2 g jelas gt. G tau deh itu sebenarnya joged apa limbung aja mau jatuh. Jangankan bikin napsu,...yang ada gw malah kasian ma tuh cewek.
Trus temen gw nih milih lagu batak yang judulnya kagak jelas. Dia duet ma salah satu cewk disana. Begitu gw tanya apa artinya, dia jawab: Artinya ML yuk."
Hahahahahaha.

Well,...balik deh gw ke hotel ma temen2. Ngobrol gak jelas sampe pada teler and pulang jam 3 pagi. Gw dengan bijaksananya (bayangin judge Bao ngelus2 jenggot ya) mutusin untuk bobo dengan tenangnya. (Gimana gak tenang? Kan uda jam 3 pagi).
Besoknya,........ Jakarta,............. I'm coming!!!

Dan begitu sampe di Jakarta, alam pun seolah bicara,...UJAN!!!

Well,...ternyata bukan cuma Aceh yang beceh. Jakarta juga. Tapi gw g kapok. G kapok ma Jakarta and Aceh, of course :)
Read On 0 comments

Aceh Beceh Gak ada Ojeh...

6:02 PM

Here’s what happened in Aceh, guys..

Sunday—the arrival.

The first thing I did when arriving at Aceh was taking a picture of the airport (something I do everytime I landed on ANY airports). Pinginnya sih ngelakuin adegan dramatis kayak misalnya sujud and teriak-teriak gitu: “Aceeeeeeeeeeeeeeeh... I found it! I found it! Terus nyium-nyium aspal gitu. Seru kan ya mestinya. Untungnya I was still sane!!)

Terus ke hotel lah. Di mobil bareng orang yang mengaku menjadi asisten bayangan seorang dekan di sebuah universitas di Jogja. Doski (doooooh 80’s banget ya..) bilang dia harus gantiin dekannya jadi pembicara di sebuah seminar kesehatan gitulah. Like I care! Yang gue care adalah pas dia bilang dia dibayar 9 juta untuk jadi pembicara di seminar itu selama dua hari. Maaaaaaaaan, kapan ya gue bisa nipu orang buat ngebayar gue sebanyak itu selama dau hari? Gakpapa deh mulut berbusa ngebo’ongin orang dau hari. Yang penting bisa dapet 9 juta.

Terus terus terus sampe hotel yang buaguuuues banget, istirahat bentar and renang deh. At least tercapailah rencana awal.

Malemnya melaksanakan tugas bayangan survey hotel lain di Aceh. Dapetlah foto-foto hotel yang didominasi warna merah maroon. Gue banget deh pokoknya. Keren aja warna cat di kamarnya merah maroon. Moga-moga gak banyak nyamuknya karena gelap. Hehehe.

Makan deh masakana Aceh yang gua gak tau namanya. Pokoknya ikan pake kuah bersantan yang pedeeeeeeeeeees. Melek deh malemnya. Tapi sebelumnya ngelakuin sesuatu yang belum pernah gue lakuin seumur-umur....renang malem-malem. Sumpah dingin! (Uda pada ngebodo-bodoin gue ya?)

Monday—the beginning (Bukannya Sunday uda di begin tadi?)

Nunggu lah jemputan and pas dateng, mobilnya...merah maroon!! Apakah ini sebuah pertanda? Oh,... (pake ‘oh’ biar dramatis!)

Ketemu deh sama trainees yang ternayata,.... (merah maroon juga?) pinter-pinter. Jadi terharu kalo ngeliat mereka. Merekalah yang akan membangun Indonesia ini. ( Dooooh,...pingin hormat and kerek bendera).

Ada video yang harusnya bisa diputer sampe kelar, tapi ternyata gak bisa (jangan ngebayangin layar tancep, ya. Sorry to say, this is 2008!). Huh!

Pulangnya, renang lagi. Kalo kemaren rame banget kolam renangnya, pas itu sepi banget. Cuma ada 3 bule and 1 orang arab yang notabene adalah gue sendiri. Tragis!

Malemnya ditanya mau kemana. Gue jawab aja pingin liat the surviving mosque from Tsunami. Jauh deh berdua ma temen kesana. Sepi and gelap jalannya. Suasananya horor. Apalagi itu kan setelah Suzanna... udah ah!

Pinginnya sih langsung pulang, tapi diajak ngopi dulu. Waktu pertama kali denger kopi khas Aceh, udah ngebayangin yang nggak-nggak nih..(Kopi pake payung di cangkirnya, kopinya warnanya ungu—kopi terong kali ya, dan bayangan-bayangan jorok lainnya. (gila ya,...ama kopi aja bisa punya fantasi. Hush!)

Tuesday—ada temen dari kantor di Jakarta yang dateng juga. Ketemuan deh. Mereka rada telat sarapan karena dikiranya ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Aceh. Sampe kantor, melaksanakan tugas dengan baik dan selamat. Pulangnya capek banget. Mau renang, g jadi deh. Cuma amkan malem aja di deket hotel ma temen-temen. Makan nasi goreng Ummy Malaya. Enak banget. Jadi penasaran ada gak ya nasi goreng Abi Malaya? (Arab banget sih!)

Trus pulangnya bobo2 deh,...dengan lucunya. (kalo g percaya, ayi kapan2 kita bobo bareng!!!)


Je
Read On 1 comments
5:54 PM
Check the link below.
http://www.liputan6.com/hukrim/?id=167879
The picture (if it still exists) looks like a movie poster. Mmmm (thinking..) what would be the best title for the movie? here are some options:
Kalo film Barat--The three musketer?
Kalo film India--Tun Ja Mara Hai
Kalo film Indonesia--Tiga Sahabat
Kalo penerbit--Tiga Serangkai
Kalo mereka cewek--Tiga Dara


Tapi kasian juga, ya. May they rest in piece ajah...
Read On 0 comments

Mau ke Aceh nih...

11:07 PM
Gw mau ke Aceh, nih. Kesananya cuman seminggu tapi hebohnya dah dari beberapa bulan yang lalu. Mulai dari heboh hotel yang pindah-pindah lah. Materi training yang gimana-gimana, lah. Sampe urusan pribadi soal mau jalan kemana aja n sama siapa. Hehehehehe.
Hopefully seru aja.
Here are some of my plans:
Monday: berangkat pagi, nyampe sana sore, renang kali ya. Mau nyobain apa masih inget cara renang yang gw pelajarin di Purwokerto. Trus ketemuan ma temen disana hunting kopi Aceh. Tapi kayaknya gak harus hunting juga. Ngapain hunting-hunting segala? Bukannya kopi Aceh ada dimana-mana? Tapi kalo disana namanya cuman kopi aja kali ya. Gak perlu pake embel-embel Aceh.
Malemnya bobo selucu-lucunya (usaha banget kali ya).

Selasa: Bangun, training, pulang, renang n solat di masjid yang survive Tsunami. masjid Al Tsunami??? Hehehhe. itu masjid bagus banget fotonya di internet. Pingin tau dalemnya aja. Siapa tau kalo do'a disana bisa cepet kabul ( Doa biar cepet dapet jodoh. HIhihihi).
Trus muter-muter pake mobil temen kali ya. Menyalurkan jiwa nebeng yang terdalam... Oh.. (pake 'Oh' biar dramatis)

Rabu: Bangun, training, pinginnya sih jalan-jalan pagi gitu. Hopefully bisa bangun pagian. Trus kerja sampe jam 4. Pulangnya,.....Yup, benar,....renang! Trus pingin begadang deh sampe pagi. Hahahhaha. Sok banget gw. Paling-paling bentar juga uda bobo.

Kamis: Selain seperti pasal-pasal di atas, pingiiiiiiiin banget ke pantai yang depannya huruf L. Gw lupa d apa namanya. Nt di cek lagi.

Jumat: Solat Jumat kali ya. Hahahhaha. di Aceh denger-denger Islami banget. penasaran aja solat jumatnya beda pa gak. Sapa tau disana solatnya pake al-fathihah setiap rakaat, trus ada adegan rukuk n sujudnya segala. LOOOOOOOOOOOOOOOOH!!!

Sabtu: Ada cafe2 gt g ya? Jangan2 gara2 saking Isalminya, lagu di cafe itu jadi kasidahan??? gakpapa lah... Secara gw juga ada turunan yang g jelas mancung2nya gini. Itung2 pake kalkulator, back to nature daaaaaaah.

Minggu: Don't you just hate goodbyes????


Nt di follow up perbandingan perencanaan dan kenyataan ya. Thnx.
Read On 4 comments

Problems are not Cowboys

11:05 PM
Why are problems not cowboys?
Why can't they just come and face me one by one?
Maybe they don't dare!
But then I am so overwhelmed.
Well, at least now I can proudly say to the world that I actually WORK!!!
:)

Just a complain, nothing more :)
Read On 0 comments

in a city like this

2:21 AM
So I thought it's grand to go place
So now I am in another city
So now I am alone in the hotel room
So now I know how cold it is
So I was told to go out
So I had known that
So nobody should've bothered telling me that
So I went out
So in a city like this I know I can have the world's greatest
So why do I feel that it is not the right thing to do?
So God has helped me in ironic ways
So I felt grateful
But why don't I feel good?
So what...
Read On 0 comments

And now... I know

3:51 AM

And now… I know

Am I not the luckiest man alive for having a best friend the youngest scientist in America? I got a chance to try out new gadgets he was working on at home. He did it purposely. He chose to bring his work home until everything is ready then brings it to the office. It’s because he was afraid that his ideas can be stolen by his so-called fellow competitor researchers.

At that time he was working on two gadgets. The first one was mood detector and the other was feeling enhancer. They were incredibly small. Welcome to the year of 2020 where big technology comes half the size!

I was in his room playing guitar next to him on a Sunday evening when suddenly his phone rang. It was his girlfriend.

“OK, OK, I’ll be right there just in a sec. I know. I forgot again. I am sorry. I’ll be there. Hanging up now.” That’s what he said on the phone.

“Shit! It’s Jenny. I forgot again. We were supposed to meet up for a movie. Rush! Rush!”

He directly went to the bathroom and did whatever he was doing there. I guess when he got out I got to go too. But where? My girlfriend’s place? She has been avoiding me for some projects she was working on with Roger.

Out of many of her friends, why Roger? I was intimidated by his physical features, honestly. Who wouldn’t? Tell me one man who wouldn’t feel intimidated by his perfect body, perfect hair and perfect anything? And he happened to be my girlfriend’s project partner? And she happened to be ignoring me for weeks?

There’s got to be something wrong. And I guess that night was the perfect night to find out about that! In a rush, I took the mind reading gadget then put it inside my pocket. I was so sure that my friend wouldn’t mind at all. Besides, I do that often. He would get angry a little and then forgive me as long as I return the gadgets.

“Gotta run. Lock up, will you?” He burst out of the room to his girlfriend. And I was doing the same to mine. That night was the moment of truth.

I walked few blocks while finding out how to operate that mind reading gadget. So it had a small panel and a small bulb and a small everything. I switched the panel and a blue light went on. So I guess I was at the right track, after all.

That track led me to my girlfriend’s door. I knocked. She opened. We went in.

“Have a sit. I’m still busy with this.” She pointed out at her notebook. “And Roger is coming so…” She went back to her notebook.

I felt not right. I felt that she actually wanted her job to finish soon so that when Roger came they could just hang around together. I had to check if I were right.

“You just want it to finish so you can have fun with him, huh?”

She was just silent and kept staring at her notebook.

“So I was right!”

“I really have a lot to do and besides, we have discussed it over and over again. Roger is just a friend. And I am tired of you being so…like this over us.”

I tried to read her mind. The gadget told me that she was lying. I felt suspicious.

“Then why haven’t you had time for me? I know that I am not that perfect. Not as perfect as Roger, but for God’s sake, I am your boyfriend.”

“Na, please stop it.”

“Don’t Na-please-stop-it-me!” I felt angry. The mind reader told me that she was really lying. It also told me that she was looking forward to meeting up with Roger—not me.

“I could just be around while you two were working. But you never let me do that.”

“That was because you once told me that you did not have any knowledge in Chemistry which happens to be something that Roger and I was doing. You would be bored and all that and I would feel guilty ignoring you while you were here. C’mon we have discussed this before.”

She was tricky! That thought came in to my mind. I felt that I was just a fool in front of my girl. Then it turned to anger.

“I know that I am not smart, but I could still understand simple things if you had explained them to me.”

“I don’t want to discuss this anymore!” She yelled at me. My mind said that she did that because she wanted me to leave before Roger came. I felt suspicious.

“Don’t yell at me. You just wanted to me to leave before he came, right? Huh?”

“What are you talking about?”

“You know exactly what I was talking about. It’s the whole thing about you and Roger and your work and everything about you two! Never about me!”

“Na, c’mon. I cannot work if you keep going like this.”

“Well, you make me like this!”

I really had to say it to her that time.

“We are through!!!”

I walked back to the door and slammed it to her face while she was calling my name telling me to go back and said “I love you, Na.”

I had enough. This mind reader was surely working very well and it really opened my eyes. I went to a bar and got drunk till morning.

The next morning I went to my best friend’s house to return the gadget. When I opened the door, he uttered very long sentences.

“Please tell me that you took my gadget. And please return it to me. Please tell me that you did. I won’t get angry at you. Not at all. I just don’t want that gadget in my competitors’ hands. Please tell me. I promise I won’t get angry.”

“Yeah, yeah, I just gave it a test. It works. Here.” I handed it to him.

“Thank you. Thank you.” He said that to me and then returned to his gadget. “O, my baby. Glad to have you back.” He kissed it again and again and got to his desk and ignored me as usual.

I sat down by the window looking at outside—thinking about Maya, my girlfriend. I meant my ex-girlfriend.

“That thing worked. It worked so well that I knew what was going on in Maya’s head. I have been feeling suspicious all along and I felt angry last night. We broke up. Thanks for the mind reading gadget.”

My friend kept looking at his desk while saying:

“You took the feeling enhancer, Na.”

-Je-

Read On 2 comments

my confession

1:05 AM
For you I'll do all the impossibles
For you I'll be... the first man on Jupiter
Read On 1 comments

About Me

My photo
Jakarta, Indonesia
There is a time in a man's life when he has to make a very important decision that will affect his future. For me,..it's writing this blog. ( Exaggerating is an art!!)

leave ur msg after the "beep". LOL.


ShoutMix chat widget
Count me in...