thefirstmanonjupiter
Reality, Honesty, Stupidity...zoomed. Exaggerating is an art!

sexeeeeeeeeh

5:02 AM
Sepotong percakapan para pengangguran:

"Gw tuh suka ngedengerin suara kertas rokok kebakar api, mas." J

Diam...
Hening...
Tenang...

"Sexy?" N
"Kebakaran kok sexy!" J
Read On 4 comments

A little piece of heaven

4:30 AM
Aku mengendarai motorku menuju ke Chitos. Nia sudah menungguku disana. Di dalam perjalananku, terlintaslah beberapa kenangan dengan urutan waktu tentang bagaimana aku dan Nia menjadi seperti sekarang.
“Hello,...Cakra.”
“Nia.”
Kami bertemu pertama kali di sebuah kafe di Chitos. Nia adalah teman pacar sobatku. Kami ngobrol kesana kemari. Aku yakin pasti terlihat sekali usahaku mengimbangi percakapannya soal apa saja yang menjadi headline Detik.com. Aku pun beranggapan sama tentang Nia yang susah payah mengiyakan pendapatku tentang kelemahan-kelemahan film Indonesia.
Aku sedikit memaksakan dominasi topik dan mengusahakan kami berdua berakhir di Chitos 21. Aku menang dan pulang dengan satu nomor tambahan di hapeku.

Satu minggu setelahnya...
“Nggak bisa ngerokok disini.”
“Kita kan mau makan, bukan mau ngerokok.”
“Kan ngerokok paling enak bis makan. Kalo gak percaya, cobain deh.” Aku pun terkejut karena aku rela makan di Blok M Square yang anti rokok itu. Dan aku lebih terkejut lagi ketika Nia mau menungguiku merokok di luar Mall. Aku pikir keterjutanku hanya sampai disitu. Ternyata aku salah. Nia menarik rokokkku dan menghisapnya.

Enam bulan kemudian...
“Temenin beli DVD, yuk.”
“Yuk.”
Siapa sangka dia akan merekomendasikanku sebuah DVD semi? Bahkan dia mengajak aku ke rumahnya untuk menonton DVD itu bersama.
“Can you keep a secret?” Tanya Nia ke aku di kamarnya.
“Amin.”
“I’m a lesbian.”
Aku terdiam. Aku merasa gagal membaca tanda-tanda di diri Nia seperti rambut super pendeknya, koleksi pakaiannya yang tidak ada satu pun rok, dan tentunya... Sarah.
“Makanya kita sering jalan bareng. Gue juga tau lo bolak-balik liatin Maulana.”
Mau kemana lagi aku lari?

Dan kita pun menutupi semuanya berdua. Aku sering menemani Nia dan Sarah di kantin dan Sarah selalu mengajak Maulana—pacarnya—untuk makan bersama.

Sampailah aku di Chitos dan sekarang Nia dengan rambut pendeknya ada di depanku.
“Bodo banget lo kalo lo mau bilang suka ke Maulana. Egois juga. Lo pikirin dong gue and Sarah yang selama ini jadi temen lo.”
“Dengerin gue dulu. Masalahnya adalah, gue itu yakin Maulana juga sama aja kayak gue. Kan lebih bebas kita berempat.”
“Kalo nggak gimana?”
“Asal lo tau aja, Maulana kalo di kamar gue nontonnya DVD yang drama-drama gitu. And dia even pernah bilang kalo dia gak bisa nonton drama-dramaan ma Sarah. Takut keliatan gak jantan aja. Bukannya itu tanda-tanda?”
“Banyak lah cowok yang suka drama. Lo gak bisa nembak langusung ke dia kayak gitu. Terlalu besar resikonya. Dia bisa jadi males sama lo and kalo dia males ma lo, ntar dia juga males ma gue and ngelarang Sarah jalan bareng lagi ma gue secara dia tau lo sohib gue.”
“Tapi kalo misalnya Maulana emang kayak gitu, lo gak ada pikiran betapa senengnya gue? Gue juga berhak kan punya my very own little piece of heaven? And lo uda lupa bolak-balik marahnya lo ke Sarah kalo dia keceplosan ke lo cerita ciuman ma Maulana?”
“Heh, itu resiko yang jadi pilihan gue!” Nia tampak gusar.
“Ini juga resiko yang mau gue ambil!” Aku tidak kalah gusarnya. Setelah aku mengatakan hal itu, aku berdiri dan meninggalkan cangkir kopi yang belum aku sentuh.
“Cakra,...” Nia berteriak. “Please jangan. Lo salah kalo lo pikir gue gak peduli lo. Justru gue peduli banget ma lo!”

Dua minggu kemudian Nia menelponku setelah sekian lama tidak berhubungan sama sekali.
“Are you okay?”
“Yeah. Kenapa si lo gak bilang lagsung aja ke gue kalo lo tau Maulana itu kayak gitu juga and uda jadian ma Andre?”
“Coz I care about you and I want you to have your very own little piece of heaven by spending time with Maulana.”


Wats your own little piece of heaven?
-Je-
Read On 0 comments

unspoken...not loudly at least

2:59 AM
On my knees facing my Dad's cold grave:

"Dad, I know we were never close. I know we never even try to be...or at least try harder. I do remember many things you gave me and many more you didn't. And although I don't know the details, I believe there were times your abundant expectations didn't go anywhere. They just stayed on the list that kept getting longer.
Now I am on my knees facing you. I don't speak Arabic like I did, I know. And I don;t blame anyone for not nurturing me in that. No one but myself, Dad. But God is multilingual and I am speaking the only language I know now...the one of the heart.
Praying for you is much easier, Dad. I wish for your bright afterlife, the forgiven sins and the continued flowing grace from my prays although I am not the charmed one.
May you rest in peace like you always have been."
Read On 1 comments

rayuan...kerjaan

3:06 AM
wats ur job? how d u flirt?


- I wana study you till the end...student
- teach me hot to love you and correct me if i'm wrong...teacher
- i wana know you inside out...internist
- you are beautifully designed to my eyes...architect
- you are the morning tunes i sing during my shower...singer
- i love your casing and all the features that go with it...cellular guy
- you are like hibiscus growing among the bushes...gardener
- you are a lively object full of color...painter
- i will fight for you till my last blood...warrior
- i wana know your feeling, dreams and fear...psychologist
- you are spicy food with the right seasoning...cannibal
- you smell like the aroma of a high-class old wine...drunker
- i like ur fresh skin and red lips...butcher
- you are the one who steal the blue from the rainbow...me


-
Read On 8 comments

mobil2

6:00 AM
Lg di jalan ni ke sebuah tempat yang mesti bakal ngasi kerjaan buat gw pas pulang. Pas itu kesana ada kerjaan juga sih. Ada meeting yang supposed to be heboh. Dengan bekal dau bendelan referensi, satu botol teh instan rasa apel dan rokok (tentunya), berangkatlah gw dijemput ma supir kantor.
Untuk menjaga image pinter, gw bacalah dua gedebogan gede referensi. Ternyata berpura-pura itu nggak gampang. Kepala gw pusing karena baca. Akhirnya dalam beberapa menit aj, gw tutup deh itu Book of Shadow, nurunin jendela and ngerookoklah gw.
"Pusing baca, mas. Mending ngerokkok aj." J
"Goyang-goyang ya mas hurufnya?" D (Driver)
"Lumayan sih. Mobil baru ya?"
"Dua bulan, mas. Maklumlah mobil barang."
Buset deh! Dia pikir gw box gitu?
"Maksudnya?" Dalam hati uda ngelenting lengen nih!
"Kan KIJANG itu didisain kayak mobil barang, mas. Rodanya muter yang belakang."
Nah, lo!!!! Dari tadi yang depan g muter? (sebuah pemikiran bodoh)
"Maksudnya?"
"Kan kalo mobil yang disisain kayak mobil barang, roda yang bergerak tu cuma roda belakang. Roda yang depan cuma ngikutin. Beda ma mobil2 sedan. Kalo mobil kayak gitu, roda yang bergerek tuh roda depan and yang belakang cuma ngikutin. Makanya gak goyang."
"Oh, jadi kalo roda yang pusat itu yang depan, mobilnya gak goyang ya?"
"Iya, mas. Terutama mobil2 Eropa." (Gw uda aja ngebayangin mobil gede2, pirang and rambutnya putih2).
"Contohnya?"
"BMW."
"BCL?" (yang ini gak gw omongin, tentunya)
"Yang sedan2 gt semua ya mas?"
"Biasanya si iya, mas. Makanya orang2 kaya kan keliatan bny yang baca kl duduk di belakang mobil, tuh. Soalnya gak pusing, gak goyang2"
Message yang gw terima adalah " Lo gak kaya, mas!!!)
"Kecuali KIA, mas, Itu mobil rada gede, tapi roda yang bergerak yang depan. Jadi enak, mas."
"Mmmm..."


There's always something we can learn from others, right?
Anw,...berarti mobil yang biasa dipake ngesex itu roda pusatnya yang belakang, ya?
Read On 1 comments

kembar

3:26 AM
Dulu gw pernah ikutan2 present di seminar int'l di Bali gitulah. And yang shocking and perlu diinget buat gw adalah gw ketemu bapak2 yang pake baju samaaaaa persssiiiiiiiiiiiis ma baju gw. Langsung aj gw samperin.
"Pak, sma nih kayaknya bajunya."
Ketawa dong berdua! Kenceng gt!
Langsung gw dengan kesigapan dan penuh kelincahan nyabet orang yang lewat di sebelah gw and bilang:
"Could you please take our photograph?"
J-E-P-R-E-E-E-E-E-T



Postingan ini g bakal muncul kalo gw and bapak2 itu cewek.
:)
Read On 1 comments

didnt I tell u?

8:06 PM
Just an experiment with a borrowed guitar:


G
Didn't I tell you you'll miss me when you wake up in the
C
morning?
D
in the morning?
A
in the morning?

G
Didn't I tell you you'll miss me most
C
at night?
D
When it's not bright?
A
And nothing's right?


# Reff
Am
Now, who told you to break up
Em
with me?
Am
Just who told you to break up
Em
with me?
A
You silly
G
Little monkey
A
Your stupidity
G
Rushed in


G
Didn't I tell you to be patient
C
with me?
D
stay with me
A
Here with me

G
Didn't I tell you to just have a little faith
C
in me
D
a little faith
A
on the little me


Back to #Reff


C
And now you're lonely
G
Nothing's right no more
C
And now you're lonely there's no
G
such thing as an open door
C
I feel so stupid
G
such a moron
A
I gotta stop talking to a mirror like a silly
D
monkey
Read On 0 comments

shortcourse

4:14 AM
A short online course is opening
Background of the course:
Nowadays,many people in professional as well as personal life often ignore respect. They disregard others in meetings, relationship in and outside office. The admin sees the need to open a short course. The objective of the course is to make the participants aware of how to respect others;, others' effort and treat others as human (if the they want to be treated like that as well).
Subjects:
- Respect
- Reciprocal respects
- Showing respect
- Avoiding disrespectful acts
Time table:
Theory: one hour
Practice: a life time
payment: FREE ( COZ EVERYONE NEEDS TO RESPECT OTHERS!!!! )
Read On 0 comments

mirror

1:57 AM
If you disrespect me, I dun see any reasons to respect you!!!
Read On 2 comments

online

9:32 PM
telephoning

"Hy,...just wana say good morning and have a nice day." J

"Eh,..ok, thnx. Sama2." X

"Bye." J

"Bye." X


text messaging

"R u ok?" X

"Yes. Jz wana say gudmorning and hv a nice day."

"Baiklah." X

"Sakit sih sebenarnya. Boys II Men: Water Runs Dry. Pilek gak keluar2." J


PS: Beberapa bagian dari percakapan ini telah direkayasa demi kepentingan pribadi :)
Read On 2 comments

obligation VS plus points

4:37 AM
Are you the type of person who does only things that you have to or goes after things that you don't?
How about in a relationship?
Got my message?
:)
Read On 0 comments

BUKO MATO WANG

11:04 PM
“Akhirnya dapat juga.” Kata Wawan—si polisi kroco buncit yang biasa aku beli ketika sudah dekat denganku. Aku menyodorkan rokok dan pemantikku yang langsung disambarnya.
“Belum ngisep asap dari jam tiga tadi.”
“Neraka, dong.” Komentarku yang disertai anggukannya berkali-kali dan suara tawa yang disertai batuknya.
Jam lima pagi itu di parkiran Rumah Sakit Carolous, aku harus berurusan dengan wawan untuk berita kriminal yang sedang aku tulis. Setelah kembali ke surga candu tembakau yang menghangatkannya, dia mulai memberikan apa yang aku mau. Aku pun menghidupkan recorderku.
“Cewek SMA 68 Salemba.17 tahunan. Chandra Harumi. Pingsan ketakutan. Aneh.” Aku cuma memiringkan kepala. Itu sudah cukup untuk membuat Wawan melanjutkan ceritanya.
“Ada temen sekelasnya di dalam, Dania Kartika. Katanya paginya dia gak sengaja ngebuang kaleng minuman and kena temennya yang aneh. Pendiam dan dikucilkan temen-temen yang lain.”
Dia menghisap rokoknya lagi. Sialan. Aku tidak suka menunggu.
“Si temennya itu diem aja. Cuman natap si Chandra sama rambutnya turun nutupin sebagian mukanya. Serem gitulah. Trus kata si Dania, si aneh itu...”
“Nama?”
“Si...Diah...sapa ya?” Aku tertawa sinis dan membuang muka. Itu juga cukup buat Wawan untuk tahu kalau aku tidak menyukai rokok gratisku terbuang percuma.
“Sebentar.” Wawan berjalan pelan berbalik ke Rumah Sakit dan aku membuang waktu percuma sekitar sepuluh menit sebelum dia kembali ke dekatku, mengambil recorderku dan mengucapkan:
“Bukan Diah, Dini. Dania gak tahu nama lengkapnya. Kan aneh gitu.”
“Sialan.” Kataku dalam hati. Terjemahannya di mata Wawan adalah lemparan mukaku ke samping dan hembusan rokokku jauh-jauh dari bibir.
“Terus?” Setelah beberapa lama, aku mendapatkan apa yang aku mau walaupun kurang detail untuk uang dua ratus ribu rupiah yang kuberikan ke Wawan.
Malamnya aku menghidupkan laptopku dan.Di bagian layar bawah aku melihat sebuah footer yang biasa aku taruh di setiap tulisan yang aku buat:
"ALEX--DARK JOURNALS".
Aku memasang headphone mendengarkan rekaman informasi yang Wawan berikan
“Bukan Diah, Dini. Gak ada yang tahu nama lengkapnya. Kan aneh gitu.”
“Si Dini komat-kamit gak jelas. Si Chandra and Dania uda pada ketakutan. Mereka cuman denger kalimat “Buko Mato Wang Cie Hari!!!” Anehnya, pas pulang sekolah, Chandra ngalamin kejadian-kejadian aneh. Mana dia lagi sendirian pula. Ortunya ke luar kota. Kakaknya disuru ortunya dateng nemenin Chandra tapi dianya sendiri gak mau. Uda gede katanya.”
“Kejadian apa aja?”
“Pas cuci muka, yang dia ambil sih handuk, tapi abis kelar, ternyata yang dia liat kain lusuh yang lagi dipake mak-mak tua rambut putih panjang. Trus lari dong dia ke pintu. Ternyata pintunya kekunci. Pas dia mau buka kuncinya, kuncinya keputer sendiri ke kiri bolak-balik sampe tangannya keplintir karena gak bisa kelepas dari kuncinya itu. Pas dia gedor-gedor, dia ngeliatnya lagi nggedor mata si nenek tadi yang teriak-teriak kesakitan. Gimana sih kalo mata kita kegedor kayak gitu?” Wawan tertawa.
Ada pause sebentar. Pasti itu waktu Wawan menghisap rokoknya lagi.
“Bis itu dia mundur-mundur and duduk di pojok ranjang sama tutupan selimut nangis-nangis. Yang dia bingung, suara nagisnya kok kayak anak kecil. Ternyata dibawah ranjangnya ada anak kecil lagi duduk meluk pahanya gitu and nunduk. Dianya bangun dong and loncat ke ujung ranjang yang lain. Itu anak ngedatengin dia tanpa mata and teriak-teriak suaranya tambah gede and nyeremin:
“Kak, aku gak bisa ngeliat. Mataku gak ada. Trus si anak kecil narik-narik bajunya si Chandra and manjat kakinya. Pas uda deket wajahnya, tuh anak maksa ngebuka mata Chandra yang lagi nutup. Bis gitu si anak teriak kenceng: BUKO MATO WANG CIE HARI!!! Terus ngilang gt aja. Stress banget itu anak. Cari hape lah dia. Ternyata low bat. Chargernya gak ketemu pula. Akhirnya dia YM an ama temennya minta tolong. Baru nulis bentar, tau-tau ada cam muncul ternyata si nenek-nenek tadi lagi ngerokok and asepnya keluar komputer ke matanya si Chandra.” Wawan tertawa lagi. “Seru ya. Pingsan deh tu anak. Temennya yang di YM bentar tadi dateng rame-rame and lapor polisi.
“Ngedrug kali tu anak.” Recorderku mati setelah itu.
Kesimpulanku berbeda dari kesimpulan Wawan. Dini pasti menggunakan guna-guna atau apalah yang maksudnya memberi pelajaran kepada Chandra untuk lebih berhati-hati.


BUKO MATO WANG CIE HARI: BUKA MATA KAMU SATU HARI—Bahasa Padang.

-Je-
Read On 0 comments

almost adult content

9:17 PM
Just posted some pics that almost belong to adult content. Check them out and ponder...do you think I took those pictures by myself or was there someone taking them for me?
Happy thinking dirty :)
Read On 3 comments

Additional Tab

8:44 PM
I just put an additional tab to link to on the blog. You guys can do the same. Click on the following linkhttp://www.playlist.com/and choose your life soundtrack. :. You can even get the code to post to your sites (not yet on facebook, though. They said they are working on it :) ).
Read On 2 comments

mati suri? wat a waste!

5:56 AM
Jangan melakukan hal-hal setengah2. Mungkin ini moral value yang disutradarai oleh Mr. M and didukung oleh temen2 lain. Harusnya moral value ini dipraktekin sendiri dulu kaleee. Two thumbs up buat ide ngangkat mati suri. Two or even many downs for the originality of the horror. Wah, man, kayak ngerangkum adegan horor di film2 yang lebih dulu sukses. Ada The Ring, Shutter and banyak lagi yang nge-flash aja di pikiran gw.
Oke,...emang susah bikin film horor, gw jg belum tentu bisa bikin yang bagus--secara gw juga bukan orang film--tapi gak kasian ma gw yang jarang nonton film Indonesia tapi menaruh harap dari nama besar Mr. M dan temen2nya yang di casting?

Great ending of the movie, though :)
Read On 1 comments

I MISS YOU

4:29 AM
Aku buru-buru sekali pagi itu karena terlambat bangun. Aku tidur jam setengah dua malam. Ini semua gara-gara sorenya aku menemukan satu foto Dian yang sudah lama aku tidak lihat dan terus mengaguminya. Mungkin gara-gara itu, dibanding malam-malam lain, semalam rasa rinduku tidak tertahankan.
Begitu bangun aku langsung setengah berlari mendahului kesadaranku ke kamar mandi. Aku membasuh tubuhku cepat-cepat namun tetap memastikan bahwa semua bagiannya bersih. Aku tidak boleh tampak kusut di depannya. Aku memakai baju favorit Dian. Celana jeans khaki dan kemeja putih. Aku ingat sekali Dian membelikanku baju ini setelah dia menonton Kevin Costner di sebuah film dimana dia meniduri tiga generasi keluarga. Aku lupa judulnya. Yang aku ingat hanyalah bahwa keesokan harinya dia memberiku jeans ini dan memberi tahuku alasannya. Aku hanya menjawab:
“Dian,aku tidak pernah meniduri nenek ataupun ibumu.” Dan kemudian aku mendapatkan tinjuan di lenganku.
Aku mengambil jam tanganku yang tergeletak di meja kecil di samping tempat tidurku. Hampir saja aku lupa untuk membuka lemari lagi dan menyemprotkan parfum Bvlgari black yang juga pilihan Dian.
“Baunya serasa main tarik ulur ke cewek” katanya.
“Dian, aku tidak akan pernah menarik ulur dirimu.”
Dan aku mendapat gelar “Mr. Gombal of the year” darinya.
Di dada, leher depan, belakang, punggung, tangan kanan dan kiri. Kemudian aku menggosoknya supaya aromanya meresap di antara bulu-bulu tanganku.
“Final check!” Kataku kepada diri sendiri.
Aku melihat diriku di cermin. Ada kerutan-kerutan di dahiku. Dian selalu bilang:
“Itu tanda kedewasaan dan kematangan. Aku toh nggak mau sama brondong.”
“Dian, aku dewasa dan matang bersamamu.”
“Juara bertahan “Mr. Gombal of the year.”
“Makasi.”
Semua sudah beres. Aku menuju pintu sambil menambil beberapa permen penyegar napas di toples yang biasa aku sediakan. Aku selalu percaya bahwa napas segar adalah kunci kalimat yang indah. Toh sudah terbukti beberapa kali aku memegang gelar “Mr. Gombal of the year”.
Aku mengunci pintu dan menaiki sepeda motor Scorpioku. Jauh sekali tempat Dian. Ketika aku mengeluh soal itu kepadanya, dia hanya berkata:
“Kayaknya aku tipe cewek yang berhak untuk diperjuangkan.”
Dan sepulangnya aku dari rumahnya, aku terinspirasi untuk menggenjreng-genjreng gitar menciptakan lagu “LOVER AND FIGHTER”. Dai tersipu-sipu ketika mendengar lagu itu.
Setelah satu jam, sampai juga aku di depan Dian. Aku segera menciumnya walaupun banyak orang yang waktu itu disekitarku. Aku tidak peduli. Mereka tidak tahu betapa besarnya rindulke kepada Dianku. Dian bertanya:
“How are you, my man?”
“Now? Great. Cos I am in front of you.”
Kami melepas kerinduan yang hebat sekali mengamuknya di dada masing-masing. Suasananya juga mendukung. Kami sedang berada di luar dengan angin yang sepoi-sepoi. Kalimat-kalimat Shakesperian keluar dari napas segarku sementara Dian hanya mendengarkan dengan mata tertutup seolah merasakan setiap suara yang aku hasilkan.
Dua jam sudah aku bersimpuh ke Dian.
“This is the moment that I hate the most in my life.”
“Time to go. I know.”
“Yeah. But I ‘ll be back.”
“Oh, you have to, young man!”
“Ok, ma’am.”
Dan aku pun berdiri dengan lumayan susah payah. Aku mencium kening Dian yang terasa dingin. Kemudian aku tersenyum dan berbalik. Aku berjalan pelan dan tidak rela meninggalkan Dian. Tetapi aku tahu bahwa Dianku akan selalu menungguku disitu.
Aku sudah sampai di parkiran. Aku menemukan Scorpioku dan menaikinya. Aku mengambil helmku yang lebih berat daripada kepalaku.
“Pak...pak..”
Suara seorang laki-laki muda memanggilku dari jauh. Dia setengah berlari melewati turunan dari arah Dian. Tampak olehku dia membawa sesuatu di tangannya.
“Ya mas?” tanyaku ketika dia sudah dekat.
“Ini dompet bapak, ya? Tadi saya liat jatuh ketika bapak berdiri di nisan itu.”




How long will your love last?
-Je-
Read On 5 comments

twice a fool

4:16 AM
It's been twice that I took a project that start after long holidays. Fuiiih. So dedicated of me. LOL.
Wish me luck!
(I beg you)
Read On 0 comments

Palm BANG!!!

5:36 AM
So, gw ke Plamebang nih minggu lalu. Lumayan seru apa yang gw alamin.

Take off lah gw hari Minggu. Pesawatnya gak delay. Alhamdulillah.
Pas uda di dalem pesawat and jalan, lebih seru.
Kayaknya pilotnya agamanya kristen soalnya dia bilang:
"Bismillahirrohmannirrohim. Selamat pagi buat para penumpang ... Selamat datang di layanan penerbangan tidak merokok bla bla bla"
Take off deh. Sereeeeeeeeem banget. Gak kayak biasanya. Baru nukik, gw langsung ngerasa itu pesawat turun lumayan jauh. Gw tau...gw tau,...lo lo pada mesti mikirnya gw berlebihan kan? Secara gw biasanya kayak gt. Tapi kl lo g percaya, lo harusnya liat penumpang2 lain. Gw g bisa salaman ma mereka coz tangannya pada pegangan kenceng di tempat duduk gw. Salah,..maksudnya di tempat duduk masing2! Tapi masih mending lah karena sebelumnya itu pilot kan pake baca Bismillah dulu. Pikiran gw ganti lagi pas tau kalo lagi heboh2nya menerjang awan ,menembus udara and bergoyang2 aura kasih, seat belt signnya uda off!!!! Edan!!!
Tapi lega lah akhirnya bisa nyampe atas dengan baik.
Uda dong,...di atas,...terbang sendiri, and baterai iPod abis pula. Layaknya orang normal (tumbeeen) tidurlah gw.
Sumpah gw tu usaha banget buat tidur. Tapi kayaknya gw gagal. Itu para peragawati udara lewat melulu senggal-senggol gw terus. Mentang2 gw empuk apa!!!
Gaaaaaaaaaak bisa tidur! Usaha gw jadi orang normal ternyata gagal. tapi kan banyak orang normal lain yang bilang kalo kegagalan itu kesuksesan yang tertunda. Kayaknya sukses ge tertunda sampe gw di hotel.
Anw, balik dulu. Pas mau landing nih, si pilot sempat2nya mendedikasikan diri ke dept pariwisata dengan ngumumin:
"Para penumpang yang berbahagia (GW KAGAK!!! Lagian kenapa yang berbahagia sih? kesannya kayak solat jumat aj!), di sebelah kiri anda, bisa anda lihat kompleks PUSRI Palembang. Dan jika anda melihat ke sebelah kiri lagi, (dari tadi juga uda ke kiri2 terus kok bang lot! jadi kayak babi dong kalo kekiri. Apa malah biar mirip Beyonce? "To the left...to the left...) ada jembatan kebanggaan masyarakat Palembang.
Pingin deh gw langsung loncat and ngeliat jembatan itu. Tapi gw gak seheboh itu kok. No worries!
Trus,..nyampelah gw di bandaranya. Dan gw yang teramazed2 abis deh ma bandaranya. Kereeeeeeeeeeeen.
Bandaranya kecil memang, tapi bersiiiiih. Saking bersihnya mesti bikin orang mikir bolak2 even buat ngupil! Rapi pula. Kalah deh mlimpingnya kemeja and jasnya Mr. Tung!
Interiornya modern tapi masih ada khas2nya gt. Usut punya usut, bandara international itu emang dibangun dengan tujuan jadi embarkasi buat yang mau tamasya kesono no.
Kayak kota2 kecil lainnya, Palembang bersih banget. Jalanannya enak deh. Cuman ya itu,...panas. Tapi gak kayak Jakarta lah.
Hari pertama gw disana, langsung keluar iseng2 and gw ended up di PIM--Palembang Indah Mall. Ada 21 disitu and nonton deh Dragonball. Balik hotel trus kerja and bobo.
Besok2nya gw browse mall lagi. Lebih kayak ITC tepatnya. Namanya International Plaza. Nah,pas itu kan gw juga butuh sepatu,coba deh cari sepatu disana. Ada COLE yang gayanya dari jauh vintage banget. Diskon 50% pula. Gw deketin lah. Ternyata bukan Vintage. Tapi emang produk jadul yang g laku. HUH!
Pas gw disana, gw bener2 ngerasa happy banget. Ada yang nipu gw abis. Peserta trainingnya pura2 pada marah satu sama lain and ngata2in training gw boring abis. Tapi ternyata bis itu gw dikasi surprise birthday party buat mereka. Terharuuuuuuuuuuu.
Mereka sempat goadin gw: "Gmana rasanya dibilang boring? Puceeeeeeet. Puceeeeeeeeeeet"
LOL. Enang asli gw pucet banget! Hahaha.
Anw, malem terakhir gw disana, gw liat2 jembatan and makan di RIVERSIDE Restaurant. Jadi judulnya malan di pinggir suangi MUSI and liat jembatan. Rasanya jemabatan abis deh. LOL.
Gw pesen UDANG SATANG QUACKER. Gini sejarahnya...si waiter ngasi menu and gw langsung search udang. Pas gw tanya:
"Mas, Udang satang apaan?"
"Ya udang, mas."
Yaelaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.
"Gede ya?"
"Masnya tau lobster?"
Pleaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas.
Itu lebih kecil dari lobster (tangannya bikin gerakan ngasi tau ukuran udangnya).
Kecil juga.
"Pesen dua deh."
"Dua?" Curiga ni gw ma intonasinya...
"Satu aj deh. Nt nambah lagi kalo kurang."
Setelah tiga generasi udang iduo dan mati, datenglah pesanan gw.
Whaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat?
Serem deh udangnya. Liat deh fotonya. Kayak makan salah satu makhluk MIB gt.






Tapi enak. Nyam nyam.

Terus gw jalan2 juga di Kambang Iwak--tempat ngumpulnya anak2 muda gt. Foto2 juga di MONPERA,







Benteng Kuto Besak







and Masjid Agung





and jembatan AMPERAnya dong.









Seruuuu.
Puas banget ge disana.
Oia, paginya kan gw rencana ke PUNTI KAYU. itu tempat hutan buatan gt. Akhirnya kesampain juga gw kesana. Rencana gw kan mau foto naik gajah. Ternyata gajahnya gak tau deh kemana. Tempatnya juga lebih mirip taman rekreasi gt yang lumayan luas sih. At least gw uda pernah kesana deh. Gak penasaran lagi. Hehe.
Wuiiiih,..puas deh ke Palembang!
Read On 2 comments

VJ to a song

4:53 AM
Sempet nih gw merhatiin cara VJ ngenalin lagu di chart tangga lagu. Kan biasanya mereka maksa2in biar lagunya sama komennya nyambung kan? And gw ngebayangin kl gw yang ngenalin lagu2 di bawah ini:

OK, guys,..balik lagi di tangga lagu yang paling hot se hot hotnya. Kita rekap dulu ya lagu2 yang uda ada di tangga ke sepuluh sampe sembilan.
Kita uda bolak2 ngasi TANGGA kesempatan kedua, tapi kok ya tetep di tangga lagu kesepuluh.

Kayaknya TANGGA emang harus nunggu saat yang kalo pada waktunya. Sekarang ni waktunya Delon ada di tangga kesembilan.

Diatasnya Delon ada PADI yang tak hanya diam and jadi sang penghibur. Masak sang penghibur kok diam. Coba kalo pelawak. Ngelawak kok pake telepati.

Satu tangga lebih tinggi dari PADI ada penyanyi yang abis transplantasi organ tubuh, langsung nyanyi. Hati ini harus kuganti.

Satunya ganti hati, satunya lagi malah gak punya hati. kanye West kehilangan organ tubuhnya tapi sebagai gantinya naik dua peringkat sekaligus ke tangga kelima. Heartless.

Membayang-bayangi penyanyi lain, NIDJI masuk langsung ke tangga keempat dengan
SHADOWS! Soundtracknya para pahlawan nih. YUk kita simak.

Enrique ada di jajaran kedua. Padahal dia lagi bagi harta gono-gini ama Ciarra. Taking Back My Love. Enjoy the upbeat tempo, guys!

Ternyata di posisi kedua ada orang edan yang lagunya enak banget. Anggun with Crazy!

Eh, Anggun lagi ternaya. Hanya dengan bermodalkan mimpi basah, Anggun bisa jadi sang jawara nomor satu kita. You go, girl! Go home!

That's all, guys. Stay tuned for more songs going up and down right here next week with me... DJ Je..(langkung).
Catch u later..
Read On 2 comments

PRESTIGEAR

4:26 AM
Tomorrow Today—The Series:
1. And now... I know
2. The Database
3. Prestigear

P R E S T I G E A R

“Na, c’mon, let’s go out. We need to have fun sometimes, right? Besides, I think your skin could use some moonlight. C’mon, man!”
“I don’t want to, really. Thanks. Gotta hang up. Catch u later.”
“Later? When? You have locked your self up for...” I hung up the line form Jeff. He is indeed my best bud but at that time, I really needed to be alone.
After the database that he showed me from his friend’s research, I felt strange. I know that the database was only a toy for that Tomorrow Today company which Jeff worked for, but still, that toy left me in a state of great shock. The personality recognition which was supposed to show me the one matches with mine showed that I was the only one who actually did. I jumped into conclusion that I would not find a soulmate in this world. Jeff confronted me that I interpreted the toy in the wrong way. I should have seen love as something to bind the two different personalities instead of does that to the similar ones.
That was where Jeff and I stood on the other side. Why bother being with someone who does not like what we do? Doen’t everyone want to share things with someone who has the same idea?
All the thought led me to nowhere but the withdrawal of myself from the society. I locked myself up in my room. I lived by the deliveries I ordered from fast food restaurants. I gained wight several kilos thanks to McD and Burger King. I spent my days questioning the destiny of no one but myself. I felt low. So low that only myself could appriciate me.
I started to recall the days when my friends criticize the things thatI did. Why that hat? Why stripes? So formal? What’s with the chain around my neck? What’s with that anyway? Didn’t I look cool with that? I took it off the first day of my self-retreat. I felt insecure.
I was sitting on my couch and playing a guitar when suddenly I felt a very great need for a glass of orange juice. I got up and headed to the refrigerator. I thought to myself that I didn’t need any glass. I could just drink it directly from the cartoon.
My refrigerator is next to my door. So i went there. I approached it and suddenly I heard:
“BANG!!! BANG!!!” That sound stopped my heart for a moment.
“Who’s outside?”
“Jeff. Open up!”
“Go home, Jeff!” He was the last person I need in me-myself-and I time.
“I ain’t go anywhere. You know that.”
“I sent you home once and I will do it again!” I shouted at the door. I was very shocked with tha bang bang on the door thing that I hated him somehow.
“I got you something. At least let me throw it inside. Then,..I ‘ll leave.”
“Hey! I am not Hannibal and you are not Starling, okay!!!”
There was a silence—a total silence.
“Jeff? Are you there?” I said that standing still by the refrigerator. Should I approached the door and go find out if he was still there? But he might bang the door again to shock me just like in any common horror movie. Should I? I shouldn’t. Besides, the noise has gone, anyway. But,..would he be waiting outside to catch my hand and forced to get in?
“O, c’mon, Na. Such stupid thought only belongs to you! He is a busy busy nerd, right?” I talked to myself.
“Shit, I hate all this.” I decided to approach the door slowly. Real slowly like an obese turtle.
“Jeff?”
“Stupid!! You shouldnt’ve said his name!!” I talked to myself again like a broadway star in a movie.
I have decided to shut my mouth and just approached the door. I put my right ear really close to it. Really close that my ear literally touched the door and felt the cold of a steel.
Quiet.
I reached for the door key and turned it around. The door was unlocked. Then I reached the handle and slowly opened it. Will his face showed up and scared me to death? My heart was beating and it was beating faster. I move the door and...


I sat down on my couch again. The small thing that looked like it was wrapped by a third grader was on my hand. I opened it like a second grader would. There was a note:
“Damn you for not opening the door. I know that you wouldn’t anyway. Since I didn’t wana spend my time useless going from my place to yours, I prepared a back up plan. I wrapped this PRESTIGEAR for you. Use it for your own good. Na, you are not that low!!!”
That’s it? Nothing else but that? No manuals? It’s not that I have never tried gadgets from him without manuals, but,.. Oh, well. At least he was nowhere near me to call me moroon or anything like that.
The panel was very obvious. And why does Jeff like using panels anyway? Why not button or anything else? Well,..I switch it anyway. And what happened??? Nothing. A big nothing.
“Finally you failed, too, Jeff.” I said to myself happily. You are not the one so successfull, anyway. I mean, I was the one winning the school debate, Jeff. I was the one getting that while you locked yourself up in your mini lab. Nothing spacious about that compared to my apartement. And I was the one doing lots of dancing during the parties we attended, Jeff. Mmm parties. Suddenly that sounded fun.
I got up and walked to my room passing this very big mirror I had. I stopped a while and looking surprised. What I saw was amazing. There was this man with a very sexy lean body in a white tight shirt. He had this messy hair that shouted “Let’s play!”. He was wearing a pair of tight black shorts that curved his butts. Great strong legs support his standing. Wasn’t that what girls wanted? And I bet a chain would look good around his neck. I ran directly to my drawer and took the chain. I put it around my neck and went back to the mirror.
“Mmm...I am ready to play.”
I took a bath and went out and got better.



It’s all in the point of view
—Je—
Read On 1 comments

About Me

My photo
Jakarta, Indonesia
There is a time in a man's life when he has to make a very important decision that will affect his future. For me,..it's writing this blog. ( Exaggerating is an art!!)

leave ur msg after the "beep". LOL.


ShoutMix chat widget
Count me in...