thefirstmanonjupiter
Reality, Honesty, Stupidity...zoomed. Exaggerating is an art!

All about mystery

3:20 PM
In my sleepless morning, gw bertekad untuk browse2 yang g jelas (wat's new???) di internet. Langsung dong gw ke mesin pencari seratus juta umat...Google. Karena gw uda niat buat cari yang g jela, gw ketik kata "MYSTERY". And what did I get? Ada situs yang keren abis nyedian kita segala sesuatu yang berbau and berasa mystery. Keren deh situs ini. Ada 5 kategori yang worthed banget buat di klik2. Setiap klik bikin kita mikir abis (ato gw aj kali ya yang mikir abis? Abisnya mikir kan sebuah kerja keras yang lumayan berat juga loh. Membakar kalori dan napsu!!!). Kategori itu adalah:

  • Original Online mysteries
  • Community mystery games
  • Community
  • Short story mysteries
and...

  • Kids mysteries (lumayan bisa buat nakut2in anak2 kecil juga kan. Hihihihi)
Jadi buat elo2 yang demen banget sama Ms. Christie, sok aj ngiler abis2an di situs ini. User friendly kok (if u are friendly with English tentunya :) ).
Try it for freeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.
Read On 2 comments

Teriakan di malam hari

9:53 AM
SMSria...

"Gw belum denger kabar dari dia. Mules gw."

"Jalanan macet, Je. Mungkin dia lagi cari selah ngepot sana ngepot sini."

10 menit setelah itu...

"Gw takut kalo ada apa-apa."

"Save your battery just in case she calls."

"Apa gw harus balik Pancoran and ngecek?"

"Gak. Lo lanjut kerja aja. Temuin si object and lo urus rencana kita."

"But she always has her phone on. You KNOW that. Esianya kan selalu ditaruh di sebelah kanannya di tempat deket pegangan pintu mobil. Gw worried aj."

"Uda lo tetep di tempat. Nt kalo dia dateng kan bias langsung ketemu."

"Gw ngerasa bersalah gak bareng dia. Kalo ada apa-apa,...gimana coba?"

"Bisa juga kan hapenya ketinggalan? Besides, she is a super woman, you know."


Empat puluh lima menit setelah itu, gw mutusin untuk nebeng charger di rumah temen. Dan di jalan telp gw bunyi and ada namanya disitu. Asli gw lega campur penuh hasrat pelampiasan!!!!!

"Je,...dia di rumah. Ketiduran. Uda siap lo teriakin."

Pas nyampe di rumah temen gw,...tanpa ca ci cu gw ngecharge hape and teriak sekencengnya.:
"Elo to yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Dimana lo? Lo tau gak seh lo itu uda bikin tiga blogger Jakarta jadi bingung. SI K di Jaksel, gw di Jaktim and dia di Jaktim banget...pedesaannya!!!! Elo tau g, gw nunggu di cafe pesen makanan mahal tapi rasanya jadi gak enak!!!! Pesen es teh manis dua gelas tapi kayak gak pake gula. Dasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar!!!!"

"Iye...maaf..udah?"

"Untuk malam ini,...iya udah!!!!"


The truth is,...lega aja gak ada apa2 sama temen gw yang lupa janji n ketiduran karena lagi sakit. Dooooooooh,...

Well,...get well soon :)

PS: Siap2 gw teriakin lagi kalo ketemu. I mean it!!!!
Read On 3 comments

Blog--Blog

10:03 AM
       Gw harus bingung apa harus bangga ya? Tell me after u read this:


Beberapa minggu yang lalu ada komen di blog gw soal postingan gw tentang aceh. Baca disini kalo lo sempat. Nah,...disitu ada orang yang komentar postingan gw pas itu baguuuuuuuuuuuus nad mantaaaaaaaaaaaaaaab (pake "b") banget. Id nya ACEH SPESIFIK.
       Pas gw cek,..ternyata dia punya blog dengan ID yang sama and ges wat,...foto2 yang gw ambil and gw post di blog gw,...ada disana!!!! Cek deh disini.
       Now,...how do you think I should feel?
Read On 2 comments

a piece of paper

3:56 AM
       Temen gw dengan semena-mena ngejanjiin bakal ngasi gw iklan lomba nulis di sebuah penerbit. Temanya soal cerita anak. Dan paginya dia masih dengan semena-mena nyerahin kertas itu ke gw.
       Gw minta ijin untuk ngelipet kertas itu bias bisa masuk kantong ajaib gw di sebelah kanan atas kemeja coklat gw hari ini.
"Sret...sret..." gitu bunyi kertas itu pas masuk ke kantong baju gw. Nah,...masalahnya gak sampe disitu doang. Mikir lah gw seharian. Gila ya, Je,...uda lama elo gak nulis yang khusus buat sesuatu yang besar. First of all,...ga masih nulis.Second after first,...gw nulis di blog ini. Third before four, gw selalu anggep ini blog besar. Bodo amat sama orang2 yang komentar gw suka refresh pagenya bolak-balik biar visitor's numbernya jadi banyak. Yang ada dipikiran gw cuma satu,...gw pasang counter itu buat benchmark gw sendiri soal ada gak seh yang baca blog gw. Masalah gw refresh2 bolak2,...sekali lagi gw bilang bodo amat. Ini blog bukan kontes popularity buat gw. Ini blog adalah tempat gw cerita panjang lebar,...ngibuk abis and sort of a private publisher--itu juga karena gw uda du akali ditolak publisher.
       Nah,...selembar kertas itu menguras lemak2 dan kolestrol yang ada di badan gw seharian ini. Itu bikin gw ngerasa snack berbagai macam, lunch nasi uduk berbagai rasa dan kue2 kering yang tewas pas gw telen jadi terbakar abis. Kepala gw pusing, perut gw mules, tulang2 linu (Gee,...what's up Doc?). Buat gw pribadi,...kertas itu simbol sebuah kembalinya Je ke dunia mencoba2 tulis menulis.
       Will I make it? Salah satu orang terkenal, yang uda meninggal pastinya, pernah bilang kalo successful people do not give excuses. Pasti orang itu nggak kerja di departemen training and punya orderan nyiapin training seheboh2nya kayak gw. (Oooops,...I just categorized myself in not-successful-people group!!!).
       I promised myself,...gw janji ke diri sendiri,...aku janji neng awakku dewe,... untuk "make it" this time. All I need is taking a little time for myself and my thinking and my laptop to come up with something. Mohon doa'nya ya :)

Read On 2 comments

SECTION 42

4:29 AM
Apakah kau seperti aku? Apakah kau suka menanyakan hal-hal yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh orang-orang lain? Misalnya, kenapa Amerika yang biasanya didatangin UFO? Kenapa bukan Indonesia? Jika mereka datang untuk mempelajari kemampuan otak manusia, bukankah itu artinya kita lebih bodoh daripada orang-orang Amerika?
Dulu aku sempat berpikir seperti itu. Namun tidak lagi ketika aku,…aku,…aku diculik oleh alien dan dibawa ke planet mereka. Saat itu aku sedang bermain gitar. Aku petik-petik senarnya sesuai dengan gumaman nada-nada di salah satu titik di otakku. Namanya titik musik. Setelah beberapa lama, aku mulai terkejut karena satu petikan dari gitarku membuat kamarku bergerak hebat dan lalu berhenti. Aku sempat keluar karena menyangka ada gempa. Tetapi di luar aku hanya menemukan kedamaian tetangga-tetanggaku yang sedang bercengkrama. Aku kembali ke kamarku dengan tanda tanya yang lebih banyak daripada semut-semut yang bersarang di lubang pojok kamarku. Aku memutuskan kalau aku hanya berhalusinasi. Aku kembali ke gitarku. Aku petik satu senar dan getaran hebat itu muncul lagi. Saat itu aku mulai berpikir apa semuanya terjadi karena petikan gitarku. Lalu aku mencoba menggenjreng beberapa senar bersamaan dan getaran hebat—lebih hebat dari yang tadi—hadir di kamarku. Ketika getaran itu pergi, kesadaranku pun dibawanya.
Itu peristiwa yang terjadi padaku dua hari lalu. Yang terjadi hari ini adalah aku membuka mata dan segera bersiap-siap untuk tur hari keduaku di planet yang bernama…bernama… maaf, ingatanku belum pulih total sejak aku dipindahkan disini.
Aku menuju ke hall turis. Disana ada berbagai macam makhluk. Paling tidak begitulah yang diceritakan kepadaku oleh pemandu wisata kami—ZstuYork—aku bisa mengingat namanya karena dia memakai kartu pengenal yang dikalungkan di lehernya. ZstuYork sendiri bilang kalau sebenarnya kami para turis mempunyai penampilan fisik yang berbeda satu sama lain. Tetapi di mata masing-masing dari kita telah dipasang lapisan penerjemah visual. Semua makhluk akan tampak sama dengan yang melihatnya. Ini semua untuk menghindari ketakutan masing-masing turis ketika melihat penampilan asli satu sama lain.
“Hari ini kita akan menjelajahi habis-habisan bagian MANUSIA—makhluk penghuni BUMI—planet ketiga terdekat dari matahari.” Kata ZstuYork kepada kami semua. Setelah mengatakan itu, dia menggiring kami melalui lorong-lorong yang menuju ke ruangan-ruangan kecil. ZstuYork berkata bahwa ukuran ruangan disesuaikan dengan kompleksitas masalah yang ditangani manusia dalam kehidupannya. Ada ruangan cita-cita. Disitu mereka—aku masih belum yakin terhadap siapa yang aku sebut “mereka”—meneliti apa saja yang biasanya menjadi cita-cita manusia dan alasannya. Ada juga ruang mimpi. ZstuYork menunjukkan 300 database katalog mimpi dan apa yang dilakukan beberapa manusia setelah mereka bermimpi suatu hal tertentu.
Semuanya masih aneh untukku. Tetapi yang lebih aneh adalah ketika kami sampai di SECTION 42. ZstuYork mengatakan ini adalah ruangan terbesar yang ada di area penelitian manusia. Dan aku bertanya ruangan apa itu. ZstuYork menunjuk papan di depan pintu SECTION 42. Dan huruf-huruf holographic itu mengingatkan memoriku terhadap kehidupan masa laluku dan membuatku sadar bahwa dia benar akan satu hal—SECTION 42 memanglah harus dibuat paling besar.

SECTION 42: FEELINGS—LETTING GO DIVISION

--Je-- 
Read On 4 comments

What an attitude!

8:56 AM
       I was waiting for a friend at Sarinah one Saturday night at around 23.00. In front of me were two foreigners--Arabian. They seemed to have difficulties conversion in Indonesian with several taxi drivers they tried to stop. I offered my sincere help. I said:


"Hey,...do you guys speak English? If you do, I can help."
They looked at me in unfriendly way and said:


"We are looking for a nightclub called Black Cat".


Then we stopped several taxis and I talked to the driver in Indonesian. Some taxi drivers did not know where the club was...except one.


As soon as the drivers said that he knew the place, the foreigners directly went inside the taxi without looking back at me...NOT AT ALL!


Why did they do that? I suddenly thought of something negative. Did they think that I was after their money for tips for helping them? If that were true,...GEEEZ!!!


I just hoped that they got lost that time. But then I changed my wish. I just hoped that they learn the manner lesson in a hard way.
Read On 0 comments

BERBAGI TEMPAT

7:23 AM
(writer’s note: “BERBAGI TEMPAT” adalah cerita ke tujuh dari DARK JOURNALS—the series)

Aku sedang berada di depan netbook HP Miniku. Ada cerita yang akan aku tulis untuk kolom DARK JOURNALS-ku. Cerita ini berdasarkan pengalaman temannya temanku yang baru saja pindah ke sebuah tempat kos di lantai 5. Dan menurutku pembaca-pembacaku akan lebih merasakan ada disana jika aku menceritakannya sebagai orang ketiga. Inilah ceritanya:
Salia begitu bangganya karena akhirnya dia berhasil menjadi warga dunia khusus dewasa yang bisa meninggalkan rumahnya untuk hidup sendiri. Setelah perdebatan yang lama dengan orang tuanya (ibunya) akhirnya mereka melepaskan anak gadis satu-satunya untuk mengalamami kehidupan mandiri di Jakarta.
“Uda nyampe, mom. Salia masuk dulu, ya. Salam buat Solo.” Salia menutup sambungan teleponnya karena dia sudah sampai di tempat kosnya di Jakarta. Ini bukan kunjungan pertamanya. Beberapa hari yang lalu dia datang ke Jakarta untuk mencari tempat tinggalnya sendiri…benar-benar sendiri. Dia menolak segala macam bantuan saudara-saudaranya di Jakarta.
“I’m going to be a big girl!” Katanya dalam hati.
Setelah membayar taksi dan menurunkan tas kecilnya, dia siap memasuki kosnya untuk menjalani hari pertamanya tinggal di Jakarta.
Rumah itu terletak di daerah Jakarta timur. Lokasinya sangat dekat dengan kantor Salia. Tujuan lain Salia memilih tempat ini adalah karena dia ingin bisa berjalan ke kantornya.
Dia menyapa si penjaga kos—sepasang suami istri dan kemudian langsung menuju ke lantai paling atas—lantai lima tempat kamarnya yang merupakan satu-satunya kamar di lantai itu.
Sesampainya disana, Salia mencoba mengatur nafasnya yang buru-buru keluar masuk tak beraturan. Dia memanjakan matanya sebentar melihat langit yang jelas dan udara yang masih segar di pagi hari. Semuanya itu bagus untuk kesegaran mata dan tubuhnya yang sama-sama kecil.
Salia melepas sepatu ketsnya dan segera mengambil kunci untuk membuka pintu kamarnya. Begitu dia buka, dia langsung tahu apa yang harus dibelinya nanti…pengharum ruangan. Mana mungkin dia akan membiarkan bau seperti…
“Bau apa ini?” Pikirnya dalam hati. Salia mengendus-endus penuh curiga. Ini bukan saja bau kamar yang sudah lama tidak dipakai. Ada sesuatu yang lain yang bisa dia cium disitu. Tetapi bau apakah itu? Salia memutuskan kalau itu benar-benar bau kamar yang sudah lama tidak dihuni dan memilih untuk segera membersihkannya.
Salia membuka lemari pakaian dan memperhatikan bagian dalam pintunya. Lalu dengan segera dia menutup pintu itu. Dia memulai rangkaian bersih-bersihnya dengan menggeser lemari pakaian yang letaknya tidak menempel tembok. Begitu dia geser, ada bola kasti yang keluar dari belakang lemari. Bola itu memantul beberapa kali sampai akhirnya berhenti mendadak di tengah-tengah ruangan.
“Aneh.” Pikir Salia. “Bukannya bola itu harusnya menggelinding sampai menyentuh dinding?”
Salia mendekati bola kasti itu. Di permukaan bola yang dilihat matanya tampak bagian putih  seperti,… Salia memilih untuk tidak mekanjutkan pikirannya. Dibiarkannya bola itu tetap disana. Dia berusaha memberanikan dirinya tetap menggeser lemari kecil itu ke tempat yang dia inginkan. Lalu dia beralih ke dua kasur busa yang ada disampingnya. Salah satu ujung kasur itu berada di dekat lemari. Salia memutuskan untuk membelakangi lemari itu dan menarik ujung kasur yang sedang di depannya. Kasur itu berat…sangat berat. Salia pelan-pelan menoleh ke ujung kasur yang dekat lemari. Begitu kepalanya menatap ujung kasur itu, dia memilih tidak mengangkatnya. Dia memilih keluar dan menghirup udara luar yang segar. Detak jantungnya berpacu dengan udara yang masuk ke tubuhnya. Tiba-tibs saja dia merasa lehernya kaku. Digerakkannyalah lehernya ke kanan, lalu ke kiri, ke atas dan ke bawah. Dan saat itulah dia melihat roknya tertarik ke kanan.
“Angin.” Gumamnya dalam hati. Dia membenarkan roknya agar tidak tertiup angin lebih lama. Tetapi ujungnya tetap saja seperti tertarik ke arah kanan. Salia menggerakkan tangannya sekeras mungkin untuk merapikan ujung roknya.
Setelah itu pandangannya menuju kea rah kanannya. Dai baru saja memperhatikan ada satu kamar disana. Setelah itu dia ingat cerita penjaga kos yang mengatakan kamar itu adalah gudang. Penjaga kos juga menyilahkan dia untuk mengambil barang-barang yang ada disana kalau dia perlu. Dan saat itu dai perlu sebuah alat pel. Dan kesanalah dia menuju.
Kamar itu bernomor 51. Salia meraih gagang pintu dan segera tahu kalau pintunya tidak terkunci. Dibukanya pintu itu dan Salia segera disambut oleh sarang laba-laba yang banyak sekali. Dia melihat tumpukan lemari-lemari yang rusak. Ada juga beberapa kasur busa yang dibungkus plastic. Di bagian atas kamar itu ada lemari-lemari menempel di dindingnya. Dari kanan sampai ke kiri. Mata Salia menyapu ruangan itu dengan arah yang sama…dari kanan terus ke ki… Dia segera mengalihkan pandangannya ke bawah lemari itu. Ada alat pel disana. Segera diambilnya alat pel itu dan ditutup pintunya. Dia berlari kecil menuju ke kopernya. Segera dibukanya dan diambil dari koper itu sebuah handuk. Detak jantungnya bergerak cepat dan lebih cepat. Keringat mengucur dengan tiba-tiba. Disekanya wajah mungil miliknya itu dengan handuk. Sejenak dia berhenti ketika handuknya menutup seluruh wajahnya. Saat itu dia berpikir untuk melakukan sesuatu tetapi tidak yakin. Lalu dia menurunkan handuknya pelan-pelan. Dan ketika matanya sudah bisa terbebas dari handuk itu, dia langsung melempar handuknya itu ke depan sekuat tenanga dan melangkah mundur tak beraturan. Dia segera menuju ke tangga dan turun sampai ke lantai satu. Dia terus berlari dan segera menghentikan tukang bajaj yang pertama kali lewat di depannya.

“Tenang,..tenang..minum dulu deh.”
“Tenang gimana? Lo tau kenapa gua kesini?”
“Gak tau gua. Ada apa?”
Salia menceritakan semuanya dalam napas yang terburu-buru kepada saudara sepupunya Ditha.
“Begitu gua masuk kamar, gua langsung bisa cium bau anyir darah. Ternyata itu darah kering yang nempel dibalik pintu lemari.”
“Hah? Lo kok tau itu darah?”
“Baunyaaaaaaaaa…banunyaaaaaaaaaaaa. Terus uda gw beraniin diri nih, siapa tau gua salah. Gua geserlah lemarinya. Ada bola kasti muncul ngegelinding tapi langsung brenti gitu. Pas gua liat deket-deket itu bola, keliatan ada putih-putihnya di bola yang ijo muda itu. And guess what, bentuknya kayak jari anak kecil. Kayak bola itu digenggem kuat sama tangan anak kecil. Gua takut, Dit,..takut…”
“Iya iya,..lo aman disini.”
“Bener gua gak aman kalo disana. Gua uda berusaha cool cool aja waktu itu. Gua mutusin mau jemur kasur aja. Berat kasurnya gua angkat. Lo tau knapa?”
“Knapa?”
“Ada anak kecil lagi duduk ketakutan meluk pahanya di pojokan di atas kasur itu. Gua langsung keluar, Dit. Takut gua.”
“Ha? Masak?”
“Diiiiit,…lo harus percaya gua!”
“Gua percaya. Gua percaya.”
“Trus pas gua keluar gua uda mau turun and minggat dari tempat itu. Tapi anginnya kenceng and tau-tau anak kecil itu di bawah gua masih pose ketakutan and narik-narik rok gua.”
“What? Ampun Dit…. Lo gak langsung lari?”
“Gua gak tau knapa. Dia langsung ilang gitu aja, Dit. Lo tau dong di rumah gua hal kayak gitu sempat dua tiga kali kejadian.”
“Iya,…nyokap lo, kan.”
“Iya. Trus gua masih bela-belain berani nih. Guam au ambil pel di gudang. Diiiiiit,…tu anak pose ketakutan lagi tapi duduk di atas lemari. Langsung gua tutp lemarinya.”
“Ya ampuuuuun,…Ditaaaaaaaaaa, sian banget lo.”
“Ini yang paling bikin gua takut. Gua ambil anduk karena keringetan. Pas gua turunin itu anduk, dia berdiri pas di depan mata gua. Gua langsung lempar anduk and lari kesini. Gua gak mau kesana lagi, Dit!!! Pleaseeeeeeeeee gak mau!!!”

Dedicated to dia yang selalu “ada”
--Je--

Read On 2 comments

Blogger Pengemis

6:48 AM
Pak,...Bu,...nyyuwun idenya, pak,..bu,..uda dua mingguan nggak posting...
Read On 2 comments

Warung itu emang hebat!!!

2:07 PM
       Sekali lagi and g pernah brenti2nya gw ngebahas warung tempat gw biasa makan. Banyak banget yang bisa bikin gw amazed soal warung ini. Ni gw ada beberapa cerita yang bisa lo baca soal adegan2 yang pernah kejadian di situ:


http://jeagam.blogspot.com/2009/01/adegan-makan-malam.html
http://jeagam.blogspot.com/2009/10/adegan-beli-pulsa.html


Malem ini ada lagi yang hebat!!!! Mata gw kebuka lebar setelah ngalamin kejadian ini. Jadi gini ceritanya. Gw lagi laper2nya sampe perut gw bisa deh jadi saingan TV layar datar. Makanlah gw. Begitu gw masuk, ada dua ibu2 yang lagi ngeteh sama ngegossip soal worlds' problems. Gua cuekin aja. Gw langsung cari terong and pantat ayam--menu samson gw :).


Tengah gw makan, kayaknya ada cowok masuk and jadi target para ibu2.
"Ngerjain mana?" Tanya ibu A.
"Deket rel." C--cowok.
"Belum kelar2?" Ibu B.
"Belum, bu." C
"Kos dimana?" A
"Disitu." C
"Kenapa g kos di tempat saya?" A
"Kotor, bu." C.
"Ngggaaaaaaaaaaaaak." A dengan 6 Oktaf.


Wah,...possible conflict neh!!! Dasar gw orangnya usil, nengok lah gw. And,...pas gw nengok, gw ngeliat cowok masih muda--probably beginning 20s dalam kaos item, clana item, kulit item, rambut item sampe gw mikir apa hatinya item juga. Ada kotoran tanah di kaos and celananya. Ada juga di sekitar tangannya.


"Bukan,...maksud saya, yang kotor saya. Kerja kayak ginian." C
"Aaaaaah,..." 3 Oktaf. "Nggak. Nggak masalah buat saya. Kotor kan kerja. Kan sama-sama manusianya. Makannya juga nasi, kan. Kos disana brapa?" A
"Murah kok, bu."
"Brapa? Di tempat saya sebulan 50 rebu." A.


Gw sempat jadi susah nelen makanan.


"Oh..." C
"Brapa disana?" B
"Murah kok. Cuman butuh tempa tidur aja." C
"Di tempat saya, 50 rebu uda ada kasur and lemari. Kotor gak masalah lah. Kan bisa mandi." A
"Knapa g tinggal di tenda2 aj? Kan banyak tuh yang tinggal di tenda2. Tapi ada juga yang g mau tuh., Milih nge-kos." B
"Mungkin barangnya." C
"Barang apa?" B
"Ya kan ada barang2nya. Takut maling." C
"Oh,.. kalo merantau kan g perlu bawa barang banyak. Asal mana?" A
C menjawab yang gw g tau dimana.


"Brapa gaji sehari?" A


Sumpah jadi susah gw nelen pantat ayam.


"Sedikit." C
"Iya brapa?" A


Uda deh, bu!!!! Private!!!!


"70 sehari." C

Terong gw jadi aneh rasanya.


"Oh,..70 sehari nguras tenaga ya." A
"Iya. Makannya juga lima kali." C
"Lima kali sehari?"


Adoooh, Bu. Udah deh!


"Iya. Kan tenaganya kekuras abis." C
"Iya lah. Lemes kalo g makan terus seharian." B
"Itu aj kadang kerja malem." C
"Ha???" A
"Iya ada lemburan." C
"Brapa lemburannya?" A
"5 rebu per jam."


Gua kan tadi pesen es teh manis. Kok g ada rasanya.


"Ya namanya kerja ya. Dijalanin aja." A.


"Pesen apa, mas?" Tanya si penjual warung.
"Lima ribuan aj, mbak." C


Ya Allaaaaaaaah...


"Jangan lupa airnya ya." C


Ya Allaaaaaaaah...


Gua uda campur aduk ngedengerin semuanya itu. Abis itu biarpun rasa makan malem gw uda g enak, gw abisin sampe abis. Alhamdulillah gw masih bisa beli makanan yang lebih dari 5 rebuan. Alhamdulillah gw masih bisa beli es teh pake gula. Alhamdulillah baju gw g sekotor itu. Alhamdulillah gaji gw sebulan lebih dari 70rb perhari. Alhamdulillah gw jarang harus lembur tanpa dibayar. Alhamdulillah gw pulang dari warung hebat ini bisa naek motor. Alhamdulillah gw bisa balik ke kamar kos yang nggak buat tidur aja. Alhamdulillah gw g perlu sekhawatir dia soal barang-barang gw karena kos gw lumayan aman. Alhamdulillah gw ada di warung itu saat itu. Coba kalo gw makan di cafe manaaaa gitu...mata gw g bakalan kebuka selebar ini. Biarpun gw punya banyak masalah,...gw masih selalu bisa bilang "Alhamdulillah,..."
What's your Alhamdulillah today?
Read On 3 comments

Wisata Horor--Part II

2:31 AM
“Perjalanan mereka siapin untuk mulai di Lawang Sewu. Setelah makan dulu tentunya. Biar nggak semaput kalo ada apa-apa.” Kataku membuka cerita.
“Emangnya ada apa? Hantu-hantu gitu?” Khas sinis Romeo ada di alisnya yang naik tapi member kesan merendahakan.
“Says who?” Tanyaku. “It’s 2009. We play with others’ mind.”
“Jadi nggak ada apa-apa?” Romeo mendesakkku. Dia sudah masuk perangkapku. Dia tertarik ke ceritaku dan aku akan memainkannya.
“Kalo lo percaya ada hantu,..silahkan. Kalo nggak, and butuh bukti,…sign up aja tournya. Ntar ada perjalanan ke penjara bawah tanah di Lawang Sewu.”
“And selebritis yang pernah kesana siapa aja? Hahaha.” Romi tertawa. Yang lain tidak.
“Pertanyaan lo harusnya,…selebritis siapa yang bisa keluar?” Aku berhenti sebentar. Tiba-tiba saja aku memainkan peranan Wawan—polisi moral bobrok yang jadi informanku (baca Dark Journals—the series, episode-episode sebelumnya).
Penjara itu didisain cukup hanya untuk empat orang. Dan bentuknya macam-macam. Ada penjara berdiri, jongkok dan tidur. Sekali masuk,…kemungkinan keluar adalah kematian. Mereka—remaja-remaja itu berhasil menyediakan waktu untuk para anggota tour bisa masuk ke penjara berdiri.
“Empat orang sekaligus?” Tanya Romi.
“Sepuluh!”

“Uda,…uda,…gua pingin pulang sekarang. Jangan dilarang, ya. Udah…takut gua.” Yasmin segera mengambil tasnya dan bermaksud meninggalkan kami. Tia berdiri, memeluk dan mengelus-elus punggungnya.
“Babe, c’mon. Stay sebentar lah. Kita kan uda lama gak ketemu. Ini cuma cerita kok.”
“Did they come out?” Tanya Romeo seolah adegan Tia Yasmin tidak pernah terjadi di depannya.
“Wrong question. How many came out?”
“Udah,…udah,…gua gak mau mimpi buruk ntar malem. Anak gua aja gak gua bolehin denger kayak beginian. Udah udah, ya.”
“Babe,..relaxed. Anggep aja hiburan. Tia masih menenangkan Yasmin.
“Yeah, babe…it’s fun.” Kata Romeo sinis. “More.”
“Please,….” Yasmin mengemis agar kedua laki-laki itu berhenti.
“Yeah,..you should say “please”.” Kataku ke Romeo.
“O c’mon…” Romeo mengangkat kedua tangannya ke atas seolah menganggap aku sedang bercanda. Dia salah.
“Gua mau ngerokok dulu.” Aku memutar badan dan berjalan keluar meninggalkan Romeo yang kaget dengan keseriusanku. Ketika aku mendekait pintu, aku mengeluarkan rokok dan tiba-tiba saja mendengar suara:
“Please?”
Aku tersenyum.
Aku membalikkan badan.
“Good!”
Aku kembali ke kelompok tadi dan menatap muka Romeo.
“Anjing!”
“What?!” Romeo marah. Tetapi sebelum dia sempat melanjutkan kemarahannya, aku segera berkata:
“Banyak anjing di Lawang Sewu.”
“Buat apa?” Pertanyaan Rino lebih sebagai caranya untuk megalihkan perhatian Romeo dari marahnya.
“Wrong questions. Siapa sebenarnya anjing-anjing itu?”
Romeo tertawa sinis. “Elo kali.”
“Statistik membuktikan tiap tahun ada yang hilang setelah masuk di Lawang Sewu.”
“Dan statistik membuktikan anjingnya tambah tiap tahun?”
“We have better things to do than counting dogs, Romeo.” Dan semuanya tertawa. Aku sudah merasa puas.
“Trus apa hubungannya?”
“Hehehe.” Aku tertawa sesinis Romeo. “Yang dateng ada yang nggak pulang, the dogs nambah. Keduanya berhubungan. Cuman kita nggak tertarik ngitungin jumlahnya. You can be the first. Good luck.”
“Fuck you.” Romeo mengatakannya sambil meminum bir di gelasnya.
“Fuck the teenagers!” Jawabku.
“Maksudnya?” Tanya Romi.
“Hanya ada satu dari sepuluh rombongan wisata horor itu yang selamat. Sembilan lainnya menghilang satu persatu di beberapa kegiatan itu. Satu menghilang di kuburan bawah tanah tanpa ada anggota lainnya yang sadar. Setelah itu rombonan dibagi dalam grup-grup kecil sehingga mereka tidak begitu tahu bagaimana keadaan masing-masing. Dua hilang ketika mereka diajak bersama-sama menghitung jumlah pintu di salah satu sisi Lawang Sewu. Kegiatan itu untuk membuktikan bahwa sampai saat ini tidak pernah ada orang yang menghitung sama pintu-pintu di sana. Tiga hilang setelah mencoba berfoto-foto dengan alat eksekusi napi disana. Sisanya diminta mengikuti anjing yang berkeliaran disana dan entah kemana. Hanya satu yang benar-benar bisa lolos itupun dalam keadaan setengah sadar. Dia berjalan tidak jelas sampai bertemu kantor polisi. Dan informanku menyampaikan cerita ini berdasarkan kabar yang dia dapat dari kantor pos itu. Lima anak itu ditahan dan sampai sekarang pengadilan belum memutuskan apa-apa. Itu karena mereka mengalami gangguan jiwa. Bahkan salah satunya hanya bisa bersuara seperti anjing melolong.
Wajah Romeo, Romi, Tia apalagi Yasmin ternganga.
“I wana smoke. Catch you later. And Yasmin,… go home.”
Aku membalikan badan dan keluar. Aku merokok di tengah dingin malam dan berkesimpulan satu hal saat itu.
“Reuni tidak seburuk yang aku kira.”


-Je-

Sources: Internet
Read On 3 comments

Yang mistik2

12:38 AM
Gw lg di taksi neh dari arah selatan kea rah pasar minggu (selatan juga yeeeeeeeee). Supir taksinya uda tua, rada bewokan putih and pake kacamata. Kesan yang gw dapet dari muakanya itusabar dan logis (g tau juga knapa gw bisa dapet kesan kayak gitu waktu itu). Trus ngajak ngbrol2lah dia. Mulai dari tujuan gw, kerjaan (yang gw palsuingw g pernah percaya orang yang baru pertama kali ketemu and langsung ngomongin kantor!!!) sampe masalah tahayul. Hebat yah range topic yang kita berdua pilih. Hehehehe.
      Langsung dong gw keluarin jurus andalan gw kl topiknya yang suoerstition gt.
Bapak saya tu orang pinter loh, pak. J
Oia? D (driver)
Iya dulu. Sekarang (uda gak pinter lagi?) uda meninggal. J
Dimana dulu? D
Di Cisarua, pak. J
Ooo saya kira di Jawa. D (ini kalimat yang bagus banget buat dijadiin pembukaan sub topic baru. Sedaaaaaaaaaaaaap ni bapak!!!)
Memangnya ada apa di Jawa, pak?
Itu, mas,…” pake acara pause bentarpinter banget ni bapak teknik ngrobrolnya…”di Klaten itu ada yang kayak gitu2. Kalo ke Klaten, coba deh cari yang namanya Pak Sakirman. Uda terkenal, mas. Kalo ketemu, bilang aj mau pinjem duit ghaib. D
Haaaa? Bisa tuh, Pak. Gantinya? J
Nah itu, mas. Gantinya umur. Misalnya mas kesana mau pinjem duit ghaib 15 milyar, nt diitungin sama dia brapa lama mas idup. D
Ckckckckck. Terus2? J
Ya paling nt dia nyiapin syarat2nya..kaen putih and air laut. D
Diapain nt itu kaen and air? Dicuciin? Hahaha. J
Wah g tau juga, mas. Tapi banyak yang berhasil. D. Trus dia nambahin lagi..Yang laen ada lagi, mas.
Apalagi yang dilakuin si Bapak Sukirman itu? J
Bukan pak SUkirman lagi. NI saya gak tau namanya. Tapi di daerah Krenceng Purwokerto ada yang bisa bikin pesugihan, mas. Caranya disembelihin ayam hitam.
Dalam hati gw mikirrasis banget itu si bapak pesugihan. Hehehe.
Kalo pas disembelih itu ayam yang nyembelih Cuma kebayang ayam,mesti berhasil. Tapi kalo kebayang muka anaknya,..gagal deh, mas. D
Oia? J
Hooh. (dia Cuma bilang iya sih,gw ganti aj ma hooh. Hehehehe.

Seru banget perjalanan naek taksi itu. Kalo elo2 penasaran,gudluck aj. Sapa tau bisa jadi referensi J
Read On 0 comments

me from the eyes of others

11:47 AM
       When are we at our most honest opinion? The answer is when we are mad. Below is a collection of sentences I got when people are mad at me:
1.       You only see what you want to see.


2.       You only hear what you want to hear.


3.       You trust only your holy mind.


4.       Keep believing in your holy mind.


5.       You do not care about others’ feelings. You only care about yourself.


6.       Keep counting on the good deeds you have ever done to me.


7.       You do not give me the chance to explain. Why did I bother to come all the way at night like this? You choose what you want to hear and you believe in them. Such yourself.


8.       Keep punishing yourself with bad words. You only meant those bad words to me.


9.       You only think about yourself.


10.   I have no idea what happened. I want to explain everything to you but you always believe in yourself and your mind.


11.   You are immature. You are 30 and you should act like one!


12.   You always talk about how you sacrifice for me and I just can’t sacrifice as you did!


13.   Why wouldn’t you make it happen for us? I think you only think about yourself. You are selfish!


14.   It’s always about that night! It’s always about that night! Can’t you just get over it? I didn’t even remember that encounter!!!!!


15.   Keep going! Keep counting every mistake I made to you! Keep doing it! You are so goooooooooooooooooooood at it!


16.   Up your ass!!!


17.   I never asked you to do those good things to me!


PS: I stopped at 17 simply because I love that number. To everyone saying those sentences, thank you.
Read On 7 comments

surabaya again

11:43 AM
Idup gw grafiknya lumayan turun and turuuuuuuuuun terus akhir2 ini. Tapi tetep aj gw jadi diri gw sendiri yang…ya gak jelas gitu lah. Hehehe. Ni ada beberapa cerita yang bias gw tulis buat elo baca pas g ada kerjaan secara ini kan blog rekreasi. Hehehe.
-          Gw ada masalah trust and yang laen2 minggu lalu. Ada yang ngelabel gw egois lah, sibuk with my “holy” mind, lah. Ada yang tiba2 dateng ke kos gw sok punya hak atas waktu gw ngedengerin dia membela diri lah. Sok innocent lah. Wateverlah. And terus ada adegan kuliah personality lah. Dosa2 gw bertaun2 keluar and kebaikan gw berabad2 g keliatan lah. The end of friendship lah. Whatever lah. And belum kelar masalahnya,… ada sms dari kakak gw (di bawah tuh).
-          “Je, mami kecelakaan,….bla bla bla,… uda gpp.” Ya uda dong, gw cuma bisa telp and ketawa2 biar nyokab juga ketawa2 walaupun dua2nya juga sebenarnya gak jelas ngetawain apa. We don’t believe in honesty in such a situation. We believe in fake happiness for a better cause instead!
-          Paginya kakak gw bilang nyokab harus di operasi. Paniklah dunia pewayangan!!!!
-          Tutup laptop ditengah2 kerja dalam cuti and sakit kepala yang egois banget—seegois gw!!!!! Buru-buru ke airport (tanpa lupa nangis dulu). Cari tiket go-show abis. Dan setelah bentak2 calo yang pegang2 tangan gw (you do not know who you were dealing with!) dapetlah gw tiket ke Surabaya…penerbangan dua jam lagi. Airlinenya berlogo hewan berbulu yang telatan and yup…delayed flight! Lumayan juga nunggu satu jam. Gw bener2 gak mau mikir apa2 yang negative waktu itu walaupun gw punya banyak cadangan so,…laptop terbuka dan file powerpoint dengan template baru—COMIC pun bisa gw kerjain and layar laptop gw jadiin kaca untuk ngecek my messy look. OK,..I was messy enough and gw bangga. Messy look adalah trademark gw yang gw usung sejak gw inget J.
-          Setelah beberapa keabadian,…naeklah gw di pesawat and cari tempat duduk 10D and dapet deh. Gw dapet tempat duduknya plus orang yang uda duduk disitu juga. Loooooooooooooh!!! Keadilan harus ditegakkan setegak panjat pinang dong!
“Mbak stewi,..ini gimana neh? Saya mau duduk dimana?”
“Bentar ya, bung! (80’s banget!!!!) Bung duduk di depan aj, yah.”
“Wadoooh, ada apa, mbak stewi? Kok bias seat nya sama gini?”
“Kesalahan online bung. OK, ya, bung duduk depan ya. Masalah selesai. MERDEKAAAAAAAAAAAAAA!!!”
“Double enter kali ya.” Gw menyimpulkan dalam hati egois and “holy” mind gw.
-          Ini pertama kalinya gw duduk di paling depan alias bias nyentuh dinding pesawat dengan kepala gw. Gw duduk di tengah. Pendamping sebelah kiri,… “cantik”. Pendamping sebelah kanan,…”cakep”. Dua2nya ABG.
-          Dah mau take off ni pesawat. U kno the feeling that things would go wrong by having signs, right? Well, here were several signs:
o   The handsome ABG next to me was listening to iPod and singing SELFISHLY like he was the only one in the plane. “Love of my life,….”
o   Lampu pesawat mati cukup lama, alesannya buat persiapan take off. And lagi mati gitu,..serasa ada yang nampar gw. Ternyata cewek canti sebelah gw lagi nylampirin selendang di tengah gelap and muka gw korbannya.
o   Salah satu penumpang di seberang seat batuk terus kayak uda mau meninggal gitu. Sekali batuk serasa organ2 tubuhnya mau ikut keluar. Dan istrinya yang setia,…ngeluarin kantung kresek item yang terus diisi dengan “investasi” si bapak setelah batuk2.
o   Pramugari di deket kokpit telepon ke temennya yang gak tau dimana and teriak2 lumayan kenceng buat penumpang yang duduk di daerah depan:
§  “Ya elo kesini kaleee. Gak kesian kita2? Uda banyak penumpang yang double seat yang harus diurus. Temen pa bukan sih?”
Dalam ati gw bilang: “Bukan kale. Gw juga baru aj ngalamin kejadian serupa. Ada “mantan” temen gw yang maunya nyelametin udel and pantatnya sendiri, mbak stewi.”
o   Proses jalannya roda pesawat kayak off-road gitu. Hudug hudug hudug gak jelas. Sampe gw and si cantik di sebelah gw liat2an kayak it was the last curi2 pandang terakhir that we did. Cuma si cake di sebelah gw yang uda merem sama iPodnya.
-          Tapi walaupun gt,…masih aj ada yang lucu. Sebelum lampu mati, kan ada suara mbak stewi yang ngumumin soal bla bla bla lah. Nah,..pas saat itu korden yang ngebatesin kokpit gak ketutup. Terintiplah oleh mata gw yang ngantuk seorang mbak stewi yang lagi telp. Dalam ati gw mikir,…doooh enaknya masih bias telp2an sama orang yang nglepas dia pergi. Tapi terus lama2 ada yang aneh. Kok gerakan bibirnya sama persis dengan pengunguman yang gw denger? Alamaaaa… ternyata si mbak stewi itu emang yang ngomongin pengunguman itu. N ngomongnya lewat telp!!!! Si mbak stewi kayaknya tau kalo gw liatin. Makanya itu dia nutup kordennya. Kakakakakak. Abis kelar pengunguman bahasa Indonesia, gw denger bisikan2 di balik korden itu.
“Nih lo aj yang ngomong. Gw g ngerasa nyaman ngomong bahasa Inggris.” Kakakakakakkakakakak.
Peristiwa itu biking gw and si cantik ketawa. N akhirnya kita jadi punya bahan buat ngbrol sampe pesawatnya landing kayak truk yang bawa bahan bangunan lewat di jalanan berbatu J
Alhamdulillaaaah,…gw selamet J…walaupun waktu pesawat uda mau landing,…tiba2 ada nada dering khas NOKIA kenceng banget. Whaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat?


Read On 1 comments

Wisata Horor--Part I

12:28 PM
DARK JOURNALS—the series: Nyata, Buka Mato Wang, DARK JOURNALS—the beginning, Cinta dan Kita, Lima Putri, GUILT  and Wisata Horor (the seventh story)

Wisata Horor—Part I


“Sudahlah, Lex. Gakpapa kan sekali-sekali reunian.”
“Emang cuma sekali. Gua gak bakal mau lagi.”
Nina tertawa keras. Nina adalah satu-satunya temen kuliahku di Fakultas Psikologi di UNDIP dulu yang masih tetap berhubungan denganku. Yang aku maksud dengan berhubungan adalah meng-SMS ku di hari raya dan juga ulangtahunku. Yang lain-lain yang aku kenal tidak ada yang melakukan itu. Tidak setelah tragedi bukuku itu (Baca DARK JOURNALS—the beginning—Je).
Nina memberitahukanku ada acara reuni anak-anak seangkatan kuliahku dulu. Dia sedang menjomblo dan benar-benar tidak mau pergi kesana sendirian. Paksaannya berhasil...entah kenapa.
Tiga jam setelahnya aku dan Nina berada di sebuah grup kecil:
-       Rino—paling nakal dan usil sekelas (dulu), bapak dua anak gadis SD (sekarang)
-       Tia—cantik, “the babe” idola semua anak-anak jurusan sama ataupun beda (dulu), idola semua laki-laki di grup ini (sekarang)
-       Romeo—kasar, sinis (dulu), kasar, sinis (sekarang), bekerja di dunia entertainment sebagai seorang script writer di luar negeri
-       Yasmin—anak gaul (dulu), keibuan, sudah ingin pulang karena kangen anaknya (sekarang)
Percakapan kami ngalor ngidul sampai ke cerita horor.
“Yang jelas yang paling pengalaman ya dua orang ini.” Nina menunjukku dan Romeo.
“Elo?” Tanya Romeo dengan nada meremehkan. “Elo nulis juga, Lex?”
“F-Y-I,...waktu di luar negeri sono, Alex punya buku best-seller di sini.”
“Nin,..” Aku memotong komentar Nina. Tapi tampaknya itu tidak ada gunanya. Komentar itu sudah menjadi bahan pembicaraan malam ini.
“Oia? Apa judulnya?” Romeo bertanya. Nadanya kali ini bukan meremehkan, tetapi sedikit cemburu. Memangnya dunia tulis-menulis hanya untuk dia?
“Nyata!” Yasmin menyahut. “Uda lo cari aja besok di Gramedia.”
“Nyata? Judulnya “Nyata”?” Tanya Romeo ke arahku.
“Iya. Kalo gua balik, topiknya uda ganti, ya.” Kataku.
“Mau kemana lo?” Tanya Tia.
“Ambil minum and ngerokok bentar.”
“Gua ikut.”
Aku dan Tia keluar dengan membawa sekaleng soft drink dan menyalakan rokok.
“So,...really, how’s life?” Tanyanya dengan gaya menggoda. There’s something about this girl!
Aku menghembuskan asap rokok dan mengatakan:
“Dark.”
Obrolan kita berlanjut. Begitu juga dengan obrolan grup kecil tadi di dalam ruangan. Ketika kami kembali, Romeo dengan gaya sinisnya berkata:
“Amazed me with your imagination. Tell me a story.”
“Uda deh. Gak nurut banget ni anak.” Yasmin memukkul lengan Romeo. “Udah, ah. Gak mau denger yang serem-serem. Kebayang anak gua di rumah.”
“Wazzup? U got no idea to write about? And one thing,...they are NOT my imagination.” Jawabku ketus.
“OK,...but really,...one story. One NYATA story.”
“Not in the mood. Kalo mau cerita-cerita, beli aja buku gua.”
“I will. I just need a teaser. Your... “DARK JOURNALS” ”
“Uda deh,...ceritain aja. Kalo ada cerita soal matinya seorang penulis skenario. Hahahaha.” Rino berkomentar.
“Udah, deh. Gak ada cerita tentang putri gaul yang sekarang punya anak dan jadi ibu-ibu alim?”
Semuanya tertawa mendengar komentar Yasmin.
“So,..? Gua nungguin, neh.”
Semuanya terdiam. Aku menatap mata masing-masing yang ada di situ.
“OK. Pernah dengar Wisata Horor?” Tanyaku memulai ceritaku.
Semuanya mengulangi dua kata itu.
“Uda? Judul aja?” Tanya Romeo sinis menunggu diamku.
“Ada lima anak pecinta film horor yang iseng-iseng bikin paket wisata horor. Mereka dateng ke tempat-tempat yang terkenal larena horornya and bikin trip buat customer mereka.”
“Cool,…scarry.” Kata Yasmin.
“Contohnya?” Tanya Rino.

-Je-

Read On 0 comments

About Me

My photo
Jakarta, Indonesia
There is a time in a man's life when he has to make a very important decision that will affect his future. For me,..it's writing this blog. ( Exaggerating is an art!!)

leave ur msg after the "beep". LOL.


ShoutMix chat widget
Count me in...